RESONANSI

Membaca LGBT dalam Perubahan ‘Worldview’ Modern

Syed Muhammad Naquib Al-Attas mengingatkan bahwa krisis terbesar peradaban modern berakar pada krisis adab akibat kekeliruan memahami hakikat manusia dan tujuan hidup. Ketika manusia kehilangan pandangan hidup yang benar, kebingungan tidak hanya terjadi dalam bidang ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam persoalan moral.

Dalam perspektif Islam, manusia bukan sekadar makhluk biologis yang bebas menentukan makna hidupnya sendiri. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah Swt. yang terikat pada aturan fitrah, institusi keluarga, dan ketentuan syariat.

Di era media sosial, tantangan ideologis ini menjadi semakin kompleks. Arus informasi global membuat gagasan liberal bergerak melintasi batas negara dalam hitungan detik melalui algoritma media sosial yang menyasar generasi muda.

Oleh karena itu, respons terhadap isu LGBT tidak cukup dilakukan melalui kemarahan atau stigma belaka. Umat Islam membutuhkan penguatan pendidikan, literasi, dan pemahaman worldview Islam yang mendalam untuk membentengi cara pandang tentang manusia dan kehidupan.

Wacana pengetatan regulasi terhadap LGBT di Indonesia boleh jadi akan terus diperdebatkan. Namun, pertanyaan mendasarnya tetap sama: worldview mana yang akan menjadi fondasi peradaban masyarakat Indonesia di masa depan? []

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button