OASE

‘Mikul Duwur Mendem Jero’

Mikul Duwur Mendem Jero adalah sebuah konsep filosofis yang berasal dari budaya Jawa, yang mengajarkan pentingnya menghormati dan menjaga nama baik keluarga, khususnya orang.

Ungkapan ini memiliki makna yang mendalam, yaitu kewajiban untuk menjunjung tinggi kehormatan orang tua, sekaligus menyembunyikan kekurangan atau kesalahan mereka.

Mikul Duwur. Menjunjung tinggi kehormatan orang tua atau leluhur, dengan cara berperilaku baik dan menjaga nama baik keluarga.

Mendem Jero. Menyembunyikan kekurangan atau kesalahan orang tua, bukan berarti menutupi kebenaran, tetapi menjaga agar hal-hal yang tidak baik tidak menjadi bahan pembicaraan atau menurunkan martabat keluarga.

Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghormati orang tua dengan cara menjaga nama baik keluarga dan melestarikan tradisi dan nilai-nilai positif yang ditinggalkan oleh mereka.

Menjaga nama baik keluarga dengan bersikap jujur, rendah hati, dan bertanggung jawab.

Melestarikan warisan leluhur dengan menjaga dan meneruskan nilai-nilai, tradisi, dan budaya yang positif.

Prinsip Mikul Duwur Mendem Jero sejalan dengan ajaran agama yang menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua dan menjaga nama baik keluarga.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu beribadah hanya kepada-Nya dan berbuat baik kepada orang tua.” (QS Al-Isra: 23).

Prinsip ini juga tercermin dalam ungkapan “nrimo” yang berarti menerima segala cobaan dan nikmat Allah dengan ikhlas dan sabar. Dengan menerapkan nilai-nilai Mikul Duwur Mendem Jero, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan menjaga keharmonisan dan martabat keluarga.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita agar dapat menerapkan prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita layak menjadi anak yang ber-birrul walidain. Amin.[]

Imam Nur Suharno, Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah Kuningan, Jawa Barat.

Back to top button