Nikmatnya Berislam
Hati pun akan kehilangan kepekaannya dalam menjalani perbuatan baik dan buruk. Sebaliknya, hati yang bersih mampu membedakan hal yang baik dan buruk.
Hati yang bersih bisa menjadi cermin bagi pemiliknya. Ketika melakukan dosa atau kesalahan, ia akan langsung beristigfar dan bertobat kepada Allah.
Ia menyesali dosanya itu dan berjanji tidak lagi mengulanginya. Allah Subhanahu wa Taala mengingatkan dalam QS. Al-Hujurat ayat 7:
وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada iman dan menjadikannya indah dalam hatimu, serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Ya, bagi orang yang terbiasa taat kepada Allah, maka keimanan itu menjadi indah dalam hati. Mereka benci kekafiran, kefasikan, kedurhakaan, dan kebohongan.
Mereka benci kemunafikan dan pembunuhan terhadap manusia yang tidak bersalah. Mereka juga membenci perusakan terhadap manusia serta alam semesta.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga mengingatkan:
ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ bَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ
“Ada tiga perkara, barang siapa ada padanya maka ia akan merasakan manisnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, ia mencintai seseorang hanya karena Allah, ia membenci kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya darinya sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam api.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mereka yang tidak merasakan manisnya iman akan selalu mengejar kekuasaan dan kejayaan di dunia. Meskipun kekuasaan dan kejayaan itu digapai dengan cara yang batil.
Bahkan hal itu mereka lakukan dengan cara membunuh jutaan manusia, anak-anak, wanita, dan merusak alam sekitar. Sedangkan orang yang merasakan manisnya iman tidak akan melakukan perusakan di muka bumi.






