NUIM HIDAYAT

Nikmatnya Berislam

Serta dalam QS. At-Taubah ayat 33:

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya atas seluruh agama, walaupun orang-orang musyrik membencinya.”

Dan dalam QS. Al-Fath ayat 28:

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya atas semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.”

Melawan para pemimpin kafir yang menzalimi kaum muslimin selain dengan senjata, juga harus menggunakan senjata pemikiran. Karena pada hakikatnya perang itu terbagi menjadi dua, yaitu perang fisik dan perang pemikiran.

Mujahidin Hamas dan Iran telah menggunakan senjata mutakhirnya untuk melawan kaum imperialis Israel dan Amerika. Kita di Indonesia jangan berhenti untuk melawan mereka dengan senjata pemikiran.

Kita mesti membeberkan kejahatan-kejahatan dua negara imperialis itu selama ini di dunia agar masyarakat melek tentang kebusukan mereka. Pada tahun 2001 mereka menghancurkan Afghanistan dan membunuh ribuan orang, serta tahun 2003 menghancurkan Irak hingga ratusan ribu orang terbunuh.

Pada tahun 2023 mereka menghancurkan Gaza hingga puluhan ribu orang terbunuh. Bahkan pada tahun 2026 mereka menghancurkan Iran hingga ribuan orang terbunuh.

Bahkan, para sejarawan telah memaparkan kejahatan pemimpin Yahudi dan Nasrani dalam sejarah manusia yang telah membunuh jutaan orang. Karena itu, Al-Qur’an melarang keras kita mengikuti jalan hidup kaum Yahudi dan Nasrani.

Jalan hidup mereka penuh dengan kemunafikan, kekejaman, dan kerakusan duniawi terhadap jabatan serta harta. Al-Qur’an mengingatkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 120–121:

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَASِرُونَ

“Orang-orang yang telah Kami berikan Al-Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”

Bila manusia mau membandingkan kitab Al-Qur’an dengan kitab pegangan agama lain, insya Allah mereka akan kagum dan memeluk Islam. Kitab-kitab selain Al-Qur’an sudah tidak suci lagi karena sudah banyak campur tangan manusia di dalamnya.

Tidak ada manuskrip utuh yang membuktikan bahwa itu adalah kitab suci asli. Karena itu, jangan heran jika kitab-kitab mereka sulit dihafalkan oleh manusia.

Sedangkan Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang terbebas dari campur tangan manusia selamanya. Karena itu, kitab suci ini mudah dihafal dan dipahami karena sesuai dengan struktur otak manusia.

Allah telah menjamin kesucian Al-Qur’an ini hingga akhir zaman. Allah berfirman dalam QS. Al-Hijr ayat 9:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an (peringatan), dan sesungguhnya Kami pula yang menjaganya.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7Laman berikutnya
Back to top button