Nikmatnya Berislam
Mereka tidak akan membunuh manusia secara sembarangan. Mereka hanya berperang apabila diancam atau karena negaranya diperangi dan banyak warganya yang dibunuh.
Mereka yang merasakan manisnya iman akan selalu menjaga dunia ini agar tetap damai. Dunia ini ditata dengan jiwa yang tenteram serta saling menghormati satu sama lain.
Dunia ini diselesaikan permasalahannya dengan cara musyawarah, bukan dengan perang yang menzalimi. Dunia ini ditata dengan dialog, bukan dengan kekuatan militer yang brutal.
Kerusakan atau kezaliman manusia di muka bumi ini mengingatkan kita akan misi sebenarnya manusia di bumi. Kita perlu merenungkan apakah misi itu untuk berbuat kerusakan atau berbuat kebaikan dan kedamaian.
Al-Qur’an mengingatkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 30:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
“Dan (remember) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.’ Mereka berkata: ‘Apakah Engkau hendak menjadikan di sana orang yang akan merusak dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?’ Allah berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’”
Misi manusia di muka bumi ini diterangkan dalam QS. An-Nisa’ ayat 1 dan QS. Al-Hujurat ayat 13:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
“Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan dari padanya Allah menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, serta (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu mengawasi kamu.”
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.”
Melalui dua surat di atas, kita memahami bahwa Allah menciptakan manusia untuk saling memelihara hubungan kekeluargaan dan saling membantu. Allah menciptakan manusia di muka bumi bukan untuk saling memerangi atau saling melenyapkan.
Bukan pula untuk adu kekuatan militer yang membuat yang kuat dan brutal menjadi berjaya. Manusia bukanlah binatang yang hidup dengan hukum rimba.
Dalam dunia binatang, memang yang kuat dan brutal yang akan menang. Namun, di dunia manusia, hal yang dipentingkan adalah iman, ilmu, dan amal.
Di dunia manusia, kekuatan fisik adalah kekuatan yang terakhir. Kekuatan iman dan ilmu harus lebih didahulukan daripada kekuatan fisik.






