Rahasia Sederhana Hangatkan Kembali Hubungan Suami Istri
Menjadi Pendengar yang Aktif (Bukan Sekadar Mendengar)
Setelah bertahun-tahun bersama, kita sering merasa sudah tahu semua yang akan diucapkan oleh pasangan kita. Akibatnya, kita sering memotong pembicaraan atau hanya mendengarkan sambil lalu sambil menatap layar gawai.
Berikan waktu setidaknya lima belas menit setiap hari untuk benar-benar mendengarkan pasangan tanpa interupsi. Letakkan ponsel, matikan televisi, dan berikan kontak mata yang tulus. Tanyakan, “Bagaimana perasaanmu hari ini?” bukan sekadar “Apa saja yang kamu lakukan hari ini?”
Mendengarkan dengan hati adalah cara terbaik untuk memvalidasi keberadaan pasangan dan menunjukkan bahwa pendapat mereka masih sangat berharga bagi kita.
Memberi Pujian pada Hal-Hal Kecil
Jangan pernah menganggap kebaikan pasangan sebagai sesuatu yang sudah seharusnya (taken for granted).
Pujian adalah bensin bagi jiwa. Ucapkan terima kasih atas masakan yang enak, puji penampilan suami yang tampak rapi dengan kemeja pilihannya, atau sekadar berikan apresiasi karena pasangan telah sabar menghadapi cucu-cucu yang rewel.
Pujian sederhana ini membuat pasangan merasa “terlihat”. Di usia matang, pengakuan dari pasangan hidup jauh lebih berarti daripada tepuk tangan dari dunia luar. Kebiasaan memuji menciptakan atmosfer positif di dalam rumah, sehingga rumah benar-benar menjadi tempat bernaung yang paling nyaman.
Menertawakan Hal-Hal Konyol Bersama
Humor adalah pelumas dalam hubungan yang sudah lama. Pasangan yang bisa tertawa bersama atas kegagalan kecil atau kejadian lucu dalam keseharian cenderung memiliki hubungan yang lebih awet.
Jangan terlalu serius dalam menyikapi hidup. Tertawalah saat salah satu dari kalian lupa menaruh kacamata yang sebenarnya ada di atas kepala. Tawa adalah jembatan yang paling cepat untuk meruntuhkan tembok kecanggungan.
Khatimah: Butuh Kesadaran
Menghangatkan hubungan di usia pernikahan yang matang tidak membutuhkan perubahan besar yang melelahkan. Ia hanya membutuhkan kesadaran untuk kembali ke hal-hal dasar yang manusiawi.
Dengan mempraktikkan kebiasaan-kebiasaan sederhana di atas, kita sedang merawat komitmen yang telah kita bangun puluhan tahun lalu.
Pernikahan yang lama bukanlah tentang dua orang yang berhenti bertumbuh, melainkan tentang dua orang yang terus memilih untuk saling jatuh cinta setiap hari melalui cara-cara yang paling bersahaja.
Mari kita mulai hari ini, dengan sebuah senyuman dan sapaan hangat untuk teman perjalanan hidup kita di sebelah.[]






