INTERNASIONAL

Ribuan Jamaah Shalat Jumat Pertama di Masjid Hagia Sophia, Terharu dan Merinding

Istanbul (SI Online) – Shalat Jumat perdana setelah 86 tahun menjadi museum di Masjid Hagia Sophia, Istanbul, Turki, diikuti ribuan orang.

Presiden Turki Erdogan, didampingi oleh menteri kabinet dan pejabat tinggi lainnya, bergabung dengan ratusan jamaah di dalam Hagia Sophia. Sementara ribuan jamaah lainnya mengikuti shalat Jumat dengan khusyu’ dari luar masjid.

Dari video yang beredar, pelaksanaan salat Jumat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memberikan jarak satu meter antara jamaah satu dengan lainnya.

Sejumlah warga datang dari luar kota Istanbul dan menghabiskan malam di sekitar Hagia Sophia menunggu shalat.

Dikutip dari CNN, hanya 500 orang diundang ke dalam masjid karena pembatasan coronavirus, menurut direktur urusan agama Turki Ali Erbas. Ribuan lagi berdoa di taman dan di Lapangan Sultanahmet di kota tua Istanbul.

Sedangkan menurut BBC, sekitar 1.000 orang diizinkan masuk melalui pos pemeriksaan keamanan, sementara yang lain menggelar tikar doa di luar.

Jamaah rela menggelar tikar dan salat di lapangan luar masjid, karena kebahagiaan Hagia Sophia bisa kembali menjadi masjid.

Terharu dan Merinding

Seperti dilaporkan BBC News Indonesia, dua orang mahasiswa Indonesia yang mengikuti salat Jumat di seputar Hagia Sophia adalah Darliz Aziz dan Danis Nurul.

Darliz, mahasiswa asal Aceh, yang sudah berada di seputar Hagia Sophia, beberapa jam sebelum salat dimulai, mengatakan walau matahari cukup terik, jemaah tetap bersemangat.

“Saat Presiden Erdogan mengawali dengan awal surah Al-Baqarah, masyarakat menyambut dengan Allahu Akbar (Tuhan Maha Besar), bersemangat menyambut Hagia Sophia sebagai masjid,” cerita Darlis.

“Saya merasakan suasana yang guyub dari masyarakat Turki, Mereka berdatangan dari seluruh provinsi yang ada di Turki dari berbagai kota. Kebetulan, saya berjumpa dengan salah satu warga Turki yang berasal dari kota Denizli atau Pamukkale sebuah kota yang eksotis pemandangannya di Kawasan Barat Daya Turki.

“Dia mengatakan mengajak keluarganya bersama untuk merayakan pengembalian status Hagia Sophia dan mereka rela menginap selama satu malam,” tambah Darlis.

Sementara itu, Danis Nurul, seorang mahasiswi, berjalan sekitar empat kilometer menuju Hagia Sophia bersama dengan ribuan warga lain yang berbondong-bondong menuju masjid agung ini.

“Terasa sekali warga sangat antusias, tidak hanya dari Turki, tapi banyak juga yang datang dari negara lain. Orang-orang rela berpanas-panasan, dengan menggelar sajadah di jalan,” cerita Danis.

“Dari jarak sekitar satu kilometer dari masjid, orang antre melewati tenda-tenda yang disediakan untuk mengambil masker dan disinfektan,” katanya lagi.

“Terharu banget bisa menyaksikan momen spesial ini, dan merinding, terutama ketika mendengar azannya,” cerita Danis.

red: a.syakira/dbs

Artikel Terkait

Back to top button