NASIONAL

Ribuan Massa Tolak Konser Coldplay, Aparat Jamin Tak Akan Ada Simbol LGBT

Jakarta (SI Online) – Ribuan massa dari berbagai elemen yang tergabung dalam Gerakan Nasional Anti LGBT (GERANATI LGBT) menggelar aksi menolak konser band Coldplay pendukung LGBT di Jakarta, (15/11/2023).

Aksi yang dimulai setelah zuhur itu sempat bersitegang dengan aparat kepolisian yang mengamankan konser tersebut. “Awalnya kita posisinya di Asia Afrika, kita dicegat dan dilarang untuk tidak bisa mendekat di pintu masuk GBK,” jelas Ustaz Wilyudin Dhani, Ketua Persaudaraan Alumni 212 Kota Bogor yang mengikuti aksi tersebut.

Ustaz Dhani mengatakan, aksi tersebut digelar untuk menolak konser Coldplay yang kerap mendukung kelompok LGBT (lesbian gay biseks dan transger).

“Tuntutan kita sebenarnya adalah supaya konser Coldplay yang menjadi propagandis LGBT ini dibatalkan, kemudian karena itu tidak memungkinkan maka kemudian tadi terjadi negosiasi dengan aparat keamanan,” ungkapnya.

Menurut Ustaz Dhani, negosiasi berlangsung alot dan pembatalan konser ditolak sehingga tuntutannya menolak adanya propaganda LGBT dalam konser tersebut.

“Negosiasinya agak melunak sehingga kita hanya bisa menuntut supaya konser tersebut tidak menunjukkan simbol-simbol LGBT, seperti bendera pelangi di dalam konsernya sejak mulai acara sampai berakhir,” tuturnya.

Kemudian massa diarahkan ke Jl Pemuda, mendekat pintu masuk GBK yang lain. Menurut Ustaz Dhani, proses negosiasi kembali dilakukan.

“Kemudian terjadi negosiasi lagi dan perwakilan peserta aksi ada beberapa orang yang diizinkan masuk ke area gedung GBK untuk melihat situasi dan kondisi di sekitar area, apakah ada simbol-simbol yang mengindikasikan propaganda LGBT,” ungkap dia.

“Hasil pengecekan itu kemudian dilaporkan oleh perwakilan yang sampai sore ini tidak ada tanda-tanda atau simbol LGBT di area lokasi,” tambah Ustaz Dhani.

Sementara itu, kata dia, aparat kepolisian juga berjanji dan menjamin bahwa simbol-simbol LGBT tidak akan ada selama konser berlangsung.

“Aparat berjanji bahwa bendera-bendera atau simbol-simbol LGBT selama konser untuk tidak dimunculkan atau dijamin tidak akan ada,” tuturnya.

“Itulah janji dari aparat, mudah-mudahan janji itu ditepati dengan benar. Dan kalau mereka mengingkari maka seluruh rakyat Indonesia menyaksikan bahwa mereka adalah pembohong dan tidak pernah bisa dipercaya” tandas Ustaz Dhani.

Usai melakukan proses negosiasi dan pengecekan serta mendapatkan jaminan dari aparat kepolisian, massa melanjutkan aksinya di depan gedung DPR MPR RI.

red: adhila

Artikel Terkait

Back to top button