#Lawan IslamofobiaINTERNASIONALLAPSUS

Selamatkan Nyawa Anak-Anak dari Serangan ‘Hate Crime’ di Islamic Center San Diego, Satpam Amin Abdullah Syahid

Pernyataan penghormatan mengalir deras untuk seorang penjaga keamanan yang gugur bersama dua korban lainnya dalam insiden penembakan brutal di Islamic Center of San Diego.

Bagaimana Respons Sejauh Ini?

Direktur masjid, Imam Taha Hassane, mengecam keras insiden ini dan menyebut tindakan menyasar tempat ibadah sebagai hal yang sangat biadab dan keterlaluan.

“Semua tempat ibadah di kota kita yang indah ini harus selalu dilindungi,” tegasnya secara lugas.

Dia menambahkan bahwa pusat Islam tersebut selalu berfokus pada hubungan antaragama dan pembangunan komunitas, bahkan sekelompok non-Muslim baru saja melakukan tur di masjid pada Senin pagi untuk mempelajari Islam secara objektif.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), salah satu organisasi hak-hak sipil dan advokasi Muslim terbesar di AS, mengutuk keras aksi penembakan biadab ini.

Melalui pernyataan resminya pada hari Senin, CAIR menyatakan rasa prihatin yang mendalam atas motif serangan tersebut.

“Kami sangat terganggu, tetapi sama sekali tidak terkejut, mengetahui bahwa mereka yang menyerang Islamic Center of San Diego dilaporkan termotivasi oleh kebencian terhadap Muslim,” jelas CAIR dalam rilis persnya.

“Kebencian terhadap Muslim Amerika benar-benar di luar kendali. Banyak politisi telah menghabiskan setahun terakhir dengan mengklaim bahwa semua ‘Muslim arus utama’ harus dimusnahkan, bahwa masjid-masjid dan sekolah-sekolah dasar Amerika harus ditutup, dan bahwa Muslim Amerika harus diusir dari negara kita. Baru minggu lalu, Partai Republik di DPR mengadakan dengar pendapat kongres untuk mengobarkan api kebencian terhadap Muslim Amerika, tempat ibadah mereka, dan bahkan anak-anak sekolah Muslim. Serangan mematikan terhadap masjid di Amerika sudah bisa diduga dan hal ini tidak dapat diterima. Kebencian anti-Muslim adalah salah satu bentuk kefanatikan terakhir yang masih diterima dalam masyarakat Amerika, dan sudah saatnya toleransi terhadap kebencian ini diakhiri,” tegas organisasi advokasi tersebut panjang lebar.

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, turut menyatakan kedukaannya dan mengaku sangat ngeri atas serangan ekstrem yang terjadi.

Melalui akun media sosial X miliknya, Zohran Mamdani menyampaikan kecaman keras terhadap fenomena Islamofobia.

“Saya ngeri dengan serangan mematikan di Islamic Center of San Diego, yang jelas merupakan tindakan kekerasan anti-Muslim,” tulisnya mengecam kejadian tersebut.

“Islamofobia membahayakan komunitas Muslim di seluruh negeri ini. Kita harus menghadapinya secara langsung dan berdiri bersama melawan politik ketakutan dan perpecahan. Pikiran saya bersama para korban, orang-orang yang mereka cintai, dan seluruh komunitas yang berduka atas serangan yang menghancurkan ini. Kepolisian New York (NYPD) meningkatkan pengerahan personel ke masjid-masjid di seluruh kota sebagai langkah antisipasi yang ketat. Saat ini tidak ada ancaman yang diketahui terhadap tempat ibadah di Kota New York,” lanjut Wali Kota New York tersebut menjelaskan langkah pengamanan di wilayahnya.

Presiden AS, Donald Trump, juga angkat bicara dan memberikan komentar singkat mengenai insiden penembakan massal tersebut.

Presiden AS menyebut peristiwa berdarah di tempat ibadah umat Islam tersebut sebagai sebuah “situasi yang mengerikan.”[]

Sumber: Al Jazeera

Laman sebelumnya 1 2 3 4
Back to top button