QUR'AN-HADITS

Tafsir Surah Al-Hasyr Ayat 16: Tipu Daya Setan dan Aliansi Palsu Kaum Munafik

Pelajaran yang Dapat Diambil

Jangan mudah tergiur oleh ajakan yang bertentangan dengan syariat.

Syekh Abdurrahman as-Sa’di dalam Taisir Karimil Rahman mengingatkan umat Islam agar selalu menguji setiap ajakan menggunakan barometer Al-Qur’an dan sunah. Setiap bujukan yang menabrak hukum syarak harus langsung ditolak tanpa kompromi.

Setiap perbuatan memiliki konsekuensi yang harus ditanggung sendiri.

Prinsip pertanggungjawaban individu ini selaras dengan penegasan Tafsir Jalalain pada berbagai ayat tentang keadilan hukum Allah Swt. Di pengadilan akhirat, tidak ada satu jiwa pun yang dapat memikul dosa atau menebus kesalahan orang lain.

Teman atau pihak yang mengajak kepada keburukan tidak akan bertanggung jawab atas dosa yang dilakukan.

Sayyid Qutb dalam Fi Zilalil Qur’an menggambarkan betapa tragisnya penyesalan para pengikut keburukan di akhirat. Teman karib yang di dunia saling mendukung dalam kemaksiatan akan berubah menjadi musuh bebuyutan yang saling melaknat.

Keimanan harus dibangun atas ilmu dan keyakinan, bukan rayuan atau tekanan lingkungan.

Imam al-Ghazali dalam kitab Iljamul Awam ‘an ‘Ilmil Kalam menegaskan, iman yang teguh adalah iman yang didasarkan pada makrifatullah (mengenal Allah) dan keyakinan hati yang mendalam (tashdiq).

Beliau mengingatkan bahwa iman yang hanya bersandar pada taklid buta (taqlid a’ma) atau sekadar mengikuti arus lingkungan tanpa dasar ilmu sangat rentan goyah dan mudah terseret oleh bisikan kesesatan setan.[]

Laman sebelumnya 1 2 3
BACA JUGA
Close
Back to top button