OASE

Mengungkap Rahasia Ghaib: Kehidupan di Tangan Allah

Iman kepada yang ghaib adalah salah satu rukun iman yang enam yang wajib kita imani. Perkara ghaib adalah perkara yang tidak dapat dilihat oleh mata, namun dapat difahami melalui penerimaan iman. Rasulullah Saw, sebagai sadiqul masduq, telah menerangkan perkara ghaib ini dalam sebuah hadits yang sangat inspiratif.

Dalam hadits tersebut, Rasulullah Saw menjelaskan proses kehidupan manusia dari dunia sampai akhirat. Beliau menerangkan bahwa manusia diciptakan dari air mani, lalu berubah menjadi segumpal darah, kemudian menjadi daging, dan akhirnya ditiupkan padanya nyawa sehingga menjadi makhluk hidup bernama manusia. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ilmu modern memang mampu melacak fase-fase tersebut, namun tidak mampu menjangkau fase berikutnya tentang rahasia rizkinya, kematiannya, amal perbuatannya, apakah menjadi orang yang sengsara atau bahagia. Hal ini menunjukkan bahwa ada perkara ghaib yang hanya dapat difahami melalui iman dan wahyu.

Rasulullah Saw bersumpah demi Allah, dzat yang tidak ada tuhan selainnya, bahwa perkara rezeki, maut, sengsara, dan bahagia manusia ada dalam genggamanNya. (QS. Al-An’am: 2) Allah SWT hanya menyuruh manusia agar melakukan amal ibadah dengan istikamah, dan berdoa memohon ketetapan hati hingga akhir hayat. (QS. Al-Hijr: 99)

Kunci kebaikan amal itu ada di penghujungnya, sementara hidup ini adalah ujian semata. Wallahu a’lamu bishawab. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan iman dan takwa kita, serta melakukan amal ibadah dengan istikamah, agar kita menjadi salah satu hamba Allah yang beruntung.

“Dan katakanlah: ‘Ya Tuhan, tambahkanlah ilmu kepadaku, dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh’.” (QS. Taha: 114)

Basuki Ahmad Danuri, Dai Korps Mubaligh Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat.

Back to top button