Minum Saat Makan Ganggu Pencernaan? Begini Kata Dokter
Jakarta (SI Online) – Meneguk air putih di sela-sela kunyahan makanan terasa sangat wajar, tetapi banyak mitos beredar luas terkait hal ini.
Sebagian orang meyakini hal tersebut membantu perut terasa penuh lebih cepat.
Akan tetapi, sebagian yang lain melarangnya, karena khawatir merusak kelancaran sistem pencernaan secara keseluruhan.
Perbedaan pendapat ini sering kali menimbulkan kebingungan dalam menentukan langkah terbaik bagi kesehatan tubuh.
Apa yang sebenarnya terjadi pada saluran pencernaan saat Anda minum bersamaan dengan waktu makan?
“Jika Anda hanya menyeruput air saat makan, tidak akan ada peningkatan atau penurunan pencernaan secara pasti,” ungkap dr. Arshpreet Saraan, MD, melansir Real Simple, Senin (27/4/2026).
Ketika Anda menelan makanan, tubuh akan memprosesnya.
Makanan akan turun ke kerongkongan dan berakhir di perut.
Di sana, terdapat enzim pencernaan yang membantu pemrosesan makanan di dalam tubuh.
Menurut dr. Saraan, air hanya membantu makanan melalui seluruh tahapan tersebut.
Pengaruh Cairan terhadap Pencernaan
Pemenuhan cairan harian sangat penting bagi kesejahteraan tubuh secara menyeluruh.
Bahkan, para ahli menyarankan konsumsi air hingga dua liter atau setara dengan delapan gelas per hari.
Pertanyaan utamanya adalah apakah kebiasaan ini berperan dalam cara tubuh memproses makanan yang masuk?
Dokter Saraan mengatakan, selama Anda tidak menenggak air dalam jumlah berlebihan atau bergalon-galon, minum air putih dengan santai saat menyantap makanan justru memberikan dampak positif.
Cairan yang masuk akan mendukung kelancaran proses pelumatan makanan di dalam tubuh.
Membantu Kelancaran Saluran Cerna
Memilih untuk tidak minum saat makan memang tidak akan membahayakan tubuh Anda.
Meskipun begitu, menyediakan segelas air di dekat meja makan jauh lebih disarankan untuk menjaga kelancaran sistem di dalam perut.
“Saya selalu suka menganggap saluran pencernaan sebagai sungai, dan jika tidak ada cukup makanan dan tidak ada cukup air, maka tidak ada yang benar-benar bergerak,” ujar ahli gizi Mackenzie Blair, RD, CIEC.
Lebih lanjut, dr. Saraan kerap menemui pasien yang khawatir kebiasaan minum saat makan akan mengencerkan enzim pencernaan atau bahkan memperlambat kinerjanya.
Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkesgunungsugih.org
Ia menegaskan bahwa kekhawatiran tersebut sama sekali tidak berdasar.
“Air benar-benar tidak akan melakukan semua itu. Air seharusnya hanya melembutkan makanan yang sedang Anda makan dan membantu mendorongnya melalui saluran pencernaan,” tegas dr. Saraan.






