Jangan Asal Ikut Tren Online, Begini Cara Tepat Atasi Rambut Rontok
Jakarta (Suaraislam.id)–Dokter bedah transplantasi rambut selebriti sekaligus pendiri Crown, dr. Mayank Singh, membeberkan cara mendeteksi rambut rontok yang memerlukan penanganan khusus. Langkah ini penting agar masyarakat dapat memberikan perawatan yang lebih sehat dan tepat pada mahkota kepala mereka.
Menurut warta yang disiarkan Hindustan Times pada Selasa (30/6), Singh menyampaikan bahwa kerontokan parah dapat terjadi saat seseorang mengalami masa-masa sulit. Faktor pemicunya meliputi kondisi sakit, diet mendadak, kebiasaan makan yang buruk, perubahan hormon, hingga konsumsi obat-obatan tertentu.
Perubahan-perubahan tersebut dapat mendorong helai rambut ekstra ke dalam keadaan dorman (dormant) selama ritme alaminya berlangsung. Namun, folikel rambut dipastikan tetap hidup sehingga pertumbuhan kembali akan terjadi setelah faktor penyebabnya diperbaiki.
Ia menekankan bahwa mengonsumsi makanan yang lebih baik dan menambah nutrisi yang hilang dapat membantu membalikkan keadaan. Selain itu, upaya menenangkan saraf serta merawat kulit kepala dengan lembut juga sangat dianjurkan.
Namun, ketika kerontokan terus berlanjut dalam keluarga dan berlangsung lebih dari tiga bulan, kondisi tersebut kemungkinan besar merupakan kebotakan genetik. Pola diwariskan ini banyak terlihat pada separuh pria usia 50 tahun ke atas serta banyak wanita seiring bertambahnya usia.
Dia menyoroti fenomena media sosial saat ini, di mana orang sering langsung mempertimbangkan penggunaan serum, pil, vitamin kunyah, hingga sampo mahal. Sayangnya, penggunaan produk-produk tersebut kerap dilakukan tanpa adanya panduan pemeriksaan medis yang tepat.
Beberapa produk kecantikan di pasaran diketahui mengandung bahan seperti ekstrak tumbuhan, kafein, minyak rosemary, faktor pertumbuhan sintetis, atau peptida. “Tidak setiap solusi bekerja dengan cara yang sama; sekitar setengahnya mungkin membantu memperlambat kerontokan rambut dan membuat helai rambut terlihat lebih baik,” katanya.
Singh menekankan bahwa sebagian besar produk komersial sebenarnya gagal mengaktifkan akar rambut yang sudah tidak aktif. Popularitas suatu produk di media sosial tidak selalu berbanding lurus dengan hasil nyata pada setiap individu.
Biasanya, rambut yang sudah terlanjur menipis tidak akan bisa tumbuh lebih lebat hanya dengan menggunakan produk-produk instan ini. Dalam beberapa kasus khusus, penggunaannya secara sembarangan justru dapat mengacaukan hasil tes laboratorium.
Ia juga menjelaskan bahwa salah satu pilihan yang mendapat perhatian adalah terapi laser tingkat rendah (low-level laser therapy). Terapi tersebut dinilai akan paling efektif jika dikombinasikan dengan pilihan standar seperti penggunaan minoxidil.
Meskipun bukan solusi tunggal, penggunaan alat sinar merah yang disetujui FDA dapat sedikit meningkatkan jumlah rambut seiring berjalannya waktu. Selain itu, metode plasma kaya trombosit (platelet-rich plasma) juga menunjukkan potensi nyata, terutama bagi orang yang baru mulai mengalami kerontokan.
Hasil dari metode ini sangat bervariasi tergantung pada seberapa sering terapi dilakukan dan siapa yang menerimanya. Sementara itu, ide-ide baru seperti suntikan eksosom (exosome) atau sel punca (stem cell) terdengar menarik namun belum menjadi perawatan rutin karena bukti yang terbatas.






