KHOTBAH

Makna Berkat Rahmat Allah Swt

Oleh: KH. Imam Nur Suharno, Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah Kuningan, Jawa Barat

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الْإِسْلَامَ طَرِيقًا سَوِيًّا وَوَعَدَ لِلْمُتَمَسِّكِينَ بِهِ وَيَنْهَوْنَ الْفَسَادَ مَكَانًا عَلِيًّا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا. اَللّٰهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَبِيًّا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِينَ يُحْسِنُونَ إِسْلَامَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوا شَيْئًا فَرِيًّا.

أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ رَحِمَكُمُ اللهُ, أُوصِينِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Jamaah Jumat as’adakumullāh,

Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah Swt. Atas kehendak-Nya, kita masih diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah Jumat di bulan Agustus yang bersejarah ini. Bulan yang oleh bangsa kita disemai dengan makna dan jejak perjuangan panjang, yaitu bulan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpah dan tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad saw., para keluarga, sahabat, hingga kepada kita yang terus berusaha mengamalkan ajarannya. Melalui mimbar khotbah yang mulia ini, khatib mengajak diri pribadi dan seluruh jamaah untuk kembali merenungi makna kemerdekaan bagi seorang mukmin serta cara terbaik untuk mensyukurinya.

Jamaah Jumat as’adakumullāh,

Bangsa Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Kemerdekaan merupakan nikmat terbesar bagi bangsa Indonesia. Rasa syukur tersebut diungkapkan dalam pengakuan dari dalam hati yang paling dalam bahwa kemerdekaan itu merupakan berkat rahmat Allah Swt.

Sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945: “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

Pernyataan tersebut menunjukkan pengakuan keimanan yang mendalam bahwa kemerdekaan dapat terwujud karena rahmat dan pertolongan Allah Swt. Tanpa pertolongan-Nya, tidak akan pernah ada kemerdekaan Republik Indonesia. Allah Swt. menegaskan dalam firman-Nya:

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.” (QS. An-Nasr [110]: 1)

Jamaah Jumat as’adakumullāh,

Mensyukuri nikmat kemerdekaan artinya mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal positif sesuai peran dan fungsi kita masing-masing yang bermanfaat untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal tersebut diwujudkan dengan mengejawantahkan nilai-nilai Pancasila dan syariat dalam kehidupan sehari-hari.

Bersyukurlah atas nikmat Allah Swt., niscaya nikmat tersebut akan ditambah. Allah Swt. berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

“Wahai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?” (QS. Fatir [35]: 3)

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al-Baqarah [2]: 152)

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’” (QS. Ibrahim [14]: 7)

1 2Laman berikutnya
Back to top button