BPOM Waspadai Lonjakan Harga Obat Nasional
Pemerintah juga telah membuka jalur impor cepat melalui mekanisme Special Access Scheme (SAS) untuk mencegah terjadinya kelangkaan.
Taruna Ikrar berharap mekanisme jalur cepat ini dapat menjamin ketersediaan obat di dalam negeri sekaligus menjaga stabilitas harga.
Penyesuaian Harga
Penyesuaian harga mulai menjadi pertimbangan serius, terutama bagi produk obat yang menggunakan bahan baku berbasis petrokimia.
Kenaikan harga bahan baku di pasar global menjadi faktor eksternal yang sulit dihindari oleh para produsen farmasi nasional.
Meskipun demikian, pemerintah terus berupaya agar potensi kenaikan harga tidak terjadi secara signifikan dan tetap terjangkau oleh masyarakat.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta, Anton Agus Setyawan, menjelaskan, kenaikan harga minyak dunia merupakan dampak utama dari konflik tersebut.
Kenaikan harga energi tersebut dipastikan akan memicu tekanan hebat terhadap biaya produksi di berbagai sektor industri, termasuk farmasi.
“Dampaknya akan negatif ke ekonomi global, tidak hanya di Indonesia saja,” ujar Anton.
Jaga Ketahanan Sistem Kesehatan Nasinal
BPOM menegaskan bahwa menjaga ketahanan sistem kesehatan nasional merupakan prioritas utama di tengah ketidakpastian situasi global.
Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan pelaku industri terus diperkuat untuk memitigasi dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah tersebut.
Taruna Ikrar menekankan pentingnya langkah preventif guna mencegah lonjakan harga yang dapat memberatkan akses kesehatan masyarakat.
Pemerintah tetap memposisikan optimalisasi produksi, pengawasan ketat, dan percepatan impor sebagai kunci utama dalam menjaga stabilitas sektor farmasi.[]
Sumber: kompas.com






