NUIM HIDAYAT

Dakwah dan Cinta: Memoar Seorang Aktivis Mahasiswa Islam (1)

Ali mulai sering berkhayal tentang masa depan mereka. Ia membayangkan suatu hari nanti dapat mengelilingi dunia bersama Lia dan menjadi orang yang berhasil.

Karena rasa rindu yang kuat, Ali sering menunggu Lia di depan kelas hanya untuk berbincang beberapa menit. Ia juga pernah meminjam buku Marketing milik Lia, dan gadis itu memberikannya dengan senang hati.

Suatu hari setelah menonton film Ghost, Ali datang ke rumah kos Lia untuk meminjam kaset lagu Unchained Melody yang menjadi soundtrack film tersebut. Sejak saat itu, setiap kali lagu itu diputar, Ali selalu teringat kepada Lia bahkan hingga hari ini.

Pada suatu hari Jumat, Ali kembali menemui Lia untuk berbincang. Dengan terus terang, Lia berkata bahwa ia ingin memperkenalkan Ali kepada ayahnya di Jalan Lengkong Kecil, Bandung.

Lia mengajak Ali untuk berangkat bersama dengan keluarganya. Mendengar ajakan itu, dada Ali bergetar hebat karena dirundung bahagia.

Namun, kebahagiaan itu hanya bertahan sesaat. Hari itu ia harus mengikuti kuliah wajib yang jika ia absen, ia tidak diizinkan mengikuti ujian.

Dengan berat hati, Ali terpaksa menolak ajakan berharga tersebut. Penyesalan akibat keputusan itu terus menghantuinya di kemudian hari.

Beberapa hari kemudian, karena tidak mampu menahan rindu, Ali nekat pergi sendiri ke Bandung. Masalahnya, ia lupa mencatat nomor rumah Lia.

Yang ia ingat hanyalah nama jalannya, yaitu Lengkong Kecil. Ia berkeliling Bandung mencari alamat tersebut secara manual.

Bahkan, seorang aktivis Masjid Unpad ikut bergerak membantunya mencari. Namun, karena informasi alamat tidak lengkap, rumah Lia tetap tidak berhasil ditemukan dan perjalanan itu berakhir tanpa hasil.

Bersambung

Pada bagian berikutnya, Ali akan memasuki fase baru dalam kehidupannya. Keterlibatannya dengan Gerakan Hizbut Tahrir akan mengubah arah perjalanan dakwah dan kehidupannya, di samping kelanjutan kisah cinta yang tidak kalah menarik. Wallahu ‘alimun hakim. []

Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5
BACA JUGA
Close
Back to top button