#Bebaskan PalestinaLAPSUS

Genosida Israel Belum Berhenti, Warga Gaza: Iduladha Tidak Masuk ke Tenda Kami

Persiapan Hari Raya yang Mati Suri

Suasana sepi terlihat jelas di sepanjang pusat perbelanjaan Gaza yang biasanya ramai menjelang perayaan Iduladha.

Aktivitas ekonomi di toko-toko pakaian, mainan, dan kue khas Iduladha terpantau sepi pembeli akibat tingginya angka pengangguran dan kelangkaan uang tunai.

Pemilik toko pakaian anak-anak di wilayah Remal, Amjad Akram, mengeluhkan mahalnya biaya masuk barang ke Jalur Gaza yang memicu lonjakan harga jual.

Biaya pengiriman logistik meroket hingga delapan kali lipat dari tarif normal sebelum perang berkecamuk.

Amjad Akram mengungkapkan tarif pengiriman satu kotak pakaian melonjak dari 250 shekel menjadi 2.000 shekel.

Syok Akibat Lonjakan Harga

Daya beli masyarakat Gaza merosot tajam karena prioritas utama warga beralih sepenuhnya untuk mempertahankan hidup dengan membeli makanan pokok.

Amjad Akram berujar bahwa musim Iduladha kali ini sangat buruk karena para pelanggan hanya datang untuk bertanya harga lalu pergi dengan rasa syok.

Gema takbir yang berkumandang dari pelantang suara di kamp pengungsian menjadi satu-satunya penanda kehadiran Iduladha pertama pasca kesepakatan gencatan senjata Oktober lalu.

Di luar kumandang takbir tersebut, warga Gaza tetap tenggelam dalam kemiskinan ekstrem dan duka mendalam akibat kebiadaban Israel yang menghancurkan kehidupan mereka selama dua tahun terakhir. [Yosra al-Aklouk]

Sumber: Al Jazeera

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button