NASIONAL

Habib Hanif: Dakwah Harus Jadi Tuntunan, Bukan Tontonan

Menurut Syekh Muhammad Al-Ghazali, dakwah yang bergeser dari tuntunan menjadi tontonan akan kehilangan ruh dan keberkahannya. Karena itu, setiap dai wajib memiliki kriteria mendasar agar dakwahnya benar-benar mengantarkan umat kepada Allah.

Habib Hanif menekankan bahwa setiap muslim, sesuai kapasitasnya, memiliki kewajiban berdakwah. Mengutip sabda Nabi, “Sampaikan dariku walau satu ayat.” Namun agar dakwah menjadi tuntunan, seorang dai setidaknya harus memiliki lima sifat utama.

Sifat pertama yang ia tekankan adalahashilatubillah—hubungan yang kuat dengan Allah SWT.

“Bagaimana seseorang yang hatinya kosong dari Allah mau mengajak orang kepada Allah? Kalau dia sendiri terputus dari Allah, bagaimana bisa menyambungkan orang lain kepada-Nya?” ujarnya.

Ia mengingatkan pentingnya zikir, wirid, tilawah Al-Qur’an, dan kesungguhan dalam menjaga kekhusyukan salat. Tanpa itu, dakwah mudah tergelincir menjadi komoditas.

“Makanya kenapa sekarang banyak yang aneh-aneh? Banyak orang yang pakaiannya pakaian seolah-olah sebagai dai menggunakan jubah agama tapi kelakuan bejat, banyak melakukan kemunkaran, kemaksiatan. Bahkan dakwah dijadikan dagangan, diperjual belikan,” ungkap Habib Hanif.

“Kalau dakwah sudah jadi dagangan, asal ada amplop, yang haram bisa jadi halal, yang halal bisa jadi haram. Itu karena hatinya kosong dari Allah,” tambahnya.

Habib Hanif juga mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Hasyr ayat 19: “Janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, maka Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.” Ia menjelaskan, ketika seseorang lupa kepada Allah, maka ia akan kehilangan kendali diri—tak lagi peduli halal-haram, benar-salah.

Sifat yang kedua seorang dai harus senantiasa memperbaiki diri. Kalau seorang dai terus memperbaiki dirinya sendiri, maka akhlaknya akan baik sehingga perilakunya pun menjadi tuntunan. Lalu sifat yang ketiga, seorang dai harus punya pemahaman yang mendetail terhadap ilmu agama dan realita kehidupan di dunia.

“Seorang dai tidak selesai jika sudah punya ilmu agama yang cukup. Seorang ulama, seorang dai, seorang
ustaz harus bisa melihat realita di sekelilingnya. Harus tahu penyakit apa yang di tengah masyarakat. Sehingga dia melakukan amar makruf nahi mungkar memperbaiki keadaan masyarakat,” jelas Habib Hanif.

Sifat yang keempat adalah ikhlas. Ini salah satu syarat utama, dakwah yang ikhlas akan masuk ke hati dan akan berkesan. “Ciri-ciri orang ikhlas dipuji sama dicaci sama. Orang ikhlas itu dipuji tidak terbang, dicaci tidak tumbang, Karena dia beramal bukan berharap pujian dan bukan takut cacian, tapi yang dia harapkan semata-mata karena rida Allah SWT,” tegasnya.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button