Kenali Beda Nyeri Punggung dan Sakit Ginjal
Jakarta (SI Online) – Dr. Rohan Goyal, spesialis pengobatan regeneratif dari Nuvana, India, membedakan nyeri punggung akibat gaya hidup dengan gangguan ginjal.
Nyeri punggung biasa umumnya terasa kaku, pegal, dan nyeri tumpul yang muncul pada area otot atau tulang belakang.
“Nyeri punggung biasa sering terasa seperti kaku, pegal, dan nyeri tumpul,” kata Goyal dalam siaran Hindustan Times pada Selasa (28/04/2026).
Keluhan muskuloskeletal ini biasanya dipicu oleh postur tubuh yang buruk, tekanan fisik saat mengangkat beban berat, atau duduk terlalu lama.
Gejala ini bersifat terlokalisasi dan terisolasi sehingga tidak menimbulkan tanda-tanda gangguan kesehatan pada organ tubuh lainnya.
Masalah ini tergolong tidak serius karena dapat membaik melalui koreksi postur, pengaturan ergonomi, serta latihan peregangan rutin.
Meski demikian, dokter menyarankan agar pasien tetap waspada dan tidak mengabaikan tanda-tanda bahaya yang mungkin muncul.
Nyeri akibat gangguan ginjal sebenarnya merupakan nyeri internal yang sering kali disalahartikan sebagai sakit punggung biasa.
“Nyeri ginjal, di sisi lain, terjadi lebih tinggi, di kedua sisi tulang belakang, di bawah tulang rusuk. Nyerinya lebih dalam dan lebih konstan,” ungkap Goyal.
Kondisi ini biasanya disertai gejala tambahan seperti demam, mual, muntah, hingga sensasi terbakar saat buang air kecil.
Perubahan frekuensi berkemih atau adanya darah dalam urine juga menjadi indikator kuat adanya masalah pada organ ginjal.
Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkesgedongtataan.org
Evaluasi medis secara menyeluruh sangat penting untuk membedakan gangguan tulang belakang dengan ketidakseimbangan kondisi internal tubuh.[]
Sumber: ANTARA






