#Bebaskan PalestinaOPINI

Ketika Gaza Dibungkam, Akankah Kita Ikut Diam?

Ketika penderitaan terus berlangsung dalam waktu lama, sebagian orang memilih menjauh karena merasa tidak berdaya. Akibatnya, tragedi kemanusiaan berubah menjadi sekadar angka yang kehilangan makna.

Bagi umat Islam, Palestina bukan sekadar isu politik internasional. Ia adalah persoalan kemanusiaan sekaligus ujian keimanan. Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan kaum mukmin dalam saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur.” (HR Muslim).

Lalu bagaimana jika ribuan tubuh hancur berkeping-keping, tetapi kita tetap mampu tidur nyenyak tanpa rasa gelisah?

Tentu tidak semua orang harus menjadi jurnalis perang. Namun setiap orang memiliki pilihan: menjadi bagian dari suara kebenaran atau menjadi bagian dari sunyi yang membiarkan kezaliman terus berlangsung.

Teruslah bersuara dengan informasi yang benar. Dukung kerja jurnalistik yang jujur dan independen. Didik anak-anak kita agar mengenal Palestina bukan sebagai berita sesaat, tetapi sebagai bagian dari kepedulian terhadap sesama manusia.

Gunakan tulisan, mimbar, ruang kelas, media sosial, serta setiap kesempatan yang Allah titipkan untuk menjaga agar Gaza tidak tenggelam dalam lupa.

Sebab ada dosa yang lahir bukan hanya karena kita ikut menzalimi, tetapi juga karena kita terbiasa menyaksikan kezaliman tanpa lagi merasa perlu melakukan apa pun.

Jangan biarkan Gaza kalah dua kali: pertama oleh bom-bom yang menghancurkan bangunan, kedua oleh diamnya manusia yang membiarkan ingatan tentang mereka perlahan menghilang.

Jika hari ini suara dari Gaza melemah karena para pewartanya gugur, maka jangan sampai suara kita ikut mati.

Sebab selama masih ada yang menyebut nama Palestina, selama masih ada yang menolak lupa, selama masih ada yang berani mengatakan bahwa penjajahan adalah kejahatan, maka harapan itu belum benar-benar padam. Hasbunallahu wa ni’mal wakil.[]

Selvi Sri Wahyuni M.Pd

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button