#Bebaskan PalestinaNUIM HIDAYAT

Ketika Hamas Terima Solusi Dua Negara dan Israel Menolaknya

Pada 2014, Israel meluncurkan Operasi Protective Edge (Perang Gaza Kedua). Ia meluncurkan serangan darat dan udara 50 hari. Negara zionis Yahudi itu menewaskan sekitar 2.200 warga Palestina dan lebih dari 500 di antaranya anak-anak. Saat itu ribuan bangunan hancur, dan 500.000 orang mengungsi.

Pada 2021, Israel meluncurkan perang 11 Hari. Israel melancarkan serangan besar setelah adanya eskalasi di Sheikh Jarrah dan Masjid Al-Aqsa. Sekitar 260 warga Palestina terbunuh, termasuk 67 anak-anak.

Melihat kejahatan Israel yang terus menerus kepada kaum Muslim Palestina, maka Hamas pada 7 Oktober 2023 melakukan serangan besar ke Israel. Serangan itu dinamakan Taufan al Aqsha. Jumlah korban Israel yang tewas sekitar 1200 orang dan yang terluka sekitar 8000 orang. Sekitar 240 orang ditahan atau diculik Hamas. Lokasi-lokasi yang diserang Hamas adalah Beโ€™eri, Reโ€™im, Nahal Oz, Kfar Aza, Ofakim, Nir Oz dan Alumim.

Tentu saja Israel marah besar kepada Hamas. PM Israel Benjamin Netanyahu akhirnya membalas serangan Hamas ini dengan perang besar kepada Gaza. Netanyahu dan para pemimpin militer Israel tidak peduli apakah perang itu akan menelan warga sipil, wanita, anak-anak, petugas medis atau wartawan. Hati gelap dan rasa dendam mereka juga mengakibatkan tidak peduli apakah perang mereka membawa korban puluhan ribu orang dan mengakibatkan terjadinya genosida.

Korban keganasan penjajah Israel ini mengakibatkan 65.502 orang penduduk Gaza meninggal dunia. Termasuk 19.424 anak-anak, 230 wartawan, dan 1700 petugas medis (dokter, perawat, apoteker, paramedis, dan profesi medis lainnya), menurut Al Jazeera. Menurut PBB, jumlah wanita yang meninggal dunia, 9.735 orang. Bangunan gedung di Gaza yang hancur sekitar 360.000 ribu (70%), termasuk 36 rumah sakit, 823 masjid dan ratusan sekolah/kampus.

Israel bukan hanya haus darah membunuh dengan senjata. Tapi ia juga membuat kelaparan massal di Gaza. Israel membatasi masuknya bantuan makanan dan obat-obatan dari PBB. Pada Februari 2025, Israel dan Amerika membentuk GHF (Global Humanitarian Fundation). Lembaga ini mengontrol ketat bantuan makanan dan obat-obatan yang masuk ke Gaza. Hingga 16 September 2025, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa jumlah orang yang tewas akibat kelaparan/malnutrisi telah mencapai 428 orang, termasuk 146 anak-anak. Secara keseluruhan, Israel kini mengontrol sekitar 80 persen wilayah Gaza.


Sejak 1988, Hamas mengadakan jihad gerakan perlawanan bersenjata kepada Israel, pada 2017 Hamas โ€˜mengubah strategiโ€™. Pada 1 Mei 2017, di Doha Qatar, Ketua Biro Politik Hamas, Khalid Mishaal membacakan dan meluncurkan Piagam/Dokumen Politik Hamas 2017. Dalam konferensi pers internasional itu, Mishaal mempresentasikan dokumen berisi 42 pasal yang dikenal sebagai โ€œูˆุซูŠู‚ุฉ ุงู„ู…ุจุงุฏุฆ ูˆุงู„ุณูŠุงุณุงุช ุงู„ุนุงู…ุฉโ€ (Document of General Principles and Policies).

Dalam dokumen itu, Hamas menerima pendirian negara Palestina yang sepenuhnya merdeka dan berdaulat, dengan Yerusalem sebagai ibu kota, berdasarkan garis 4 Juni 1967 (Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem). Meski demikian, Hamas menegaskan tidak akan pernah mengakui Israel sebagai entitas sah.

Selain itu, disebutkan bahwa emua pengungsi Palestina berhak kembali ke tanah asal mereka. Hak ini dianggap mutlak dan tidak bisa diganggu gugat. Yerusalem dianggap sebagai ibu kota Palestina, dan Masjid Al-Aqsa memiliki status sentral dalam perjuangan.

Hamas juga menyatakan bahwa semua bentuk perlawanan, termasuk perlawanan bersenjata, adalah hak sah melawan pendudukan. Hamas menekankan perlawanan mereka ditujukan kepada proyek Zionisme dan pendudukan Israel, bukan kepada agama Yahudi atau orang Yahudi sebagai komunitas.

Sikap Hamas yang melunak โ€˜menerima solusi dua negara iniโ€™, dianggap oleh Amerika dan Israel sebagai strategi Hamas saja. PM Benjamin Netanjahu menyatakan,โ€œHamas is attempting to fool the world. But they still call for the destruction of Israel.โ€ (Hamas berusaha menipu dunia. Mereka tetap menyerukan kehancuran Israel).

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6Laman berikutnya
Back to top button