Khamenei Gugur, Iran Mulai Masa Berkabung 40 Hari
Jika Khomeini dianggap sebagai kekuatan ideologis di balik revolusi yang mengakhiri monarki Pahlavi, Khamenei kemudian membentuk aparatur militer dan paramiliter Iran, memperkuat kontrol dalam negeri serta pengaruh regionalnya.
Serangan di seluruh kawasan
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan akan membalas dan mengaku telah melancarkan serangan ke 27 pangkalan yang menampung pasukan AS di kawasan, serta fasilitas militer Israel di Tel Aviv.
Ledakan terus dilaporkan terjadi di Qatar dan Uni Emirat Arab, sementara peringatan keamanan diberlakukan di sejumlah negara di kawasan.
Presiden AS Donald Trump, dalam unggahan media sosial pada Minggu, memperingatkan Iran bahwa negara itu akan dihantam “dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya” jika melakukan pembalasan.
Serangan balasan Iran sejak Sabtu menargetkan Israel dan aset-aset AS di berbagai negara Timur Tengah, termasuk Qatar, UEA, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, dan Irak.
Harlan Ullman, ketua firma penasihat strategis Killowen Group dan penasihat Atlantic Council di Washington, DC, mengatakan AS mungkin telah melakukan “kesalahan besar” dengan membunuh Khamenei.
“Pemenggalan kepemimpinan hanya berhasil jika semua pemimpin disingkirkan, dan saya tidak yakin itu terjadi,” kata Ullman, seraya menambahkan bahwa AS tidak seharusnya berharap kepemimpinan Iran segera masuk ke meja perundingan setelah peristiwa ini.
Media pemerintah Iran pada Sabtu melaporkan sedikitnya 201 orang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel di 24 provinsi, mengutip Bulan Sabit Merah. Di Iran selatan, sedikitnya 148 orang tewas dan 95 lainnya terluka dalam serangan terhadap sebuah sekolah dasar perempuan di Minab pada Sabtu, dengan jumlah korban terus bertambah, menurut media pemerintah. []
Caolán Magee
Sumber: Al Jazeera






