SUARA PEMBACA

Krisis Relevansi Kampus: Gagalnya Sistem Pendidikan Sekuler

Negara berkembang seperti Indonesia terpaksa menyesuaikan diri dengan mengadopsi standar global agar dianggap maju.

Kurikulum diseragamkan hingga cara berpikir diarahkan agar ilmu yang kritis terhadap sistem global dianggap tidak relevan atau tidak aplikatif.

Standar kampus kini lebih sibuk mengejar pengakuan global sehingga melupakan amanah untuk menjawab dan mengurusi problematika umat dan bangsa.

Standar global ini sejatinya adalah alat untuk memastikan dunia berpikir dan bergerak ke arah yang sama demi kepentingan kapitalisme global.

Inilah gambaran nyata dari kolonialisme gaya baru yang membuat perguruan tinggi lupa akan peran sesungguhnya sebagai pembebas dari jeratan sekulerisme.

Sudah saatnya sistem Islam mengambil alih kembali dan mengembalikan pendidikan tinggi pada asas wahyu.

Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menuntut ilmu yang seharusnya ditujukan untuk mencari rida Allah, tetapi ia hanya mempelajarinya untuk mendapatkan kedudukan/harta duniawi, maka ia tidak akan mencium bau surga di hari kiamat.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Barakallahu fikum.

Aghniya Dzatur Rahmah, lahir pada 20 Februari 2007, adalah mahasiswi Jurusan Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta yang aktif menyoroti isu sosial politik dalam perspektif Islam.

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button