RESONANSI

‘Leiden Is Lijden’

Sebuah peradaban tidak mulai runtuh ketika gedung-gedungnya roboh atau kas negaranya kosong. Ia mulai runtuh ketika amanah kehilangan maknanya di tangan orang-orang yang memegang kekuasaan.

Mungkin karena itu pepatah Belanda yang dikenang Mohammad Roem terdengar begitu abadi: “Een leidersweg is een lijdensweg. Leiden is lijden.”

Jalan seorang pemimpin adalah jalan penderitaan. Memimpin berarti bersedia memikul beban yang tidak ingin dipikul oleh orang lain. Islam mengangkat makna itu lebih tinggi lagi.

Kepemimpinan bukan sekadar kesediaan menderita demi manusia, tetapi kesediaan mempertanggungjawabkan setiap amanah di hadapan Allah. Karena itu, jabatan bukanlah ruang untuk menikmati penghormatan, melainkan ruang untuk mengurangi penderitaan.

Jabatan tidak membutuhkan orang yang ingin dipandang besar. Jabatan membutuhkan orang yang rela mengecilkan dirinya agar rakyat yang dipimpinnya dapat hidup lebih baik.

Sebab, ukuran seorang pemimpin bukanlah seberapa tinggi ia berdiri di atas kekuasaan, melainkan seberapa dalam ia bersedia turun memikul beban orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabnya.

Di sanalah amanah menemukan kemuliaannya. Dan di sanalah sebuah bangsa menentukan masa depannya. []

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button