OPINI

Mengapa Trump Dukung Ali al-Zaidi sebagai Calon PM Irak?

Dukungan dari Washington bergantung pada kemajuan nyata dalam membatasi aktivitas milisi pro-Iran.

Lantas, mengapa Washington secara spesifik menaruh kepercayaan kepada sosok al-Zaidi?

Kepercayaan tersebut berakar pada tiga faktor utama yang dianggap menguntungkan posisi Amerika Serikat.

Pertama, ia merupakan sosok luar politik yang berorientasi bisnis setelah menjabat sebagai ketua Al-Janoob Islamic Bank.

Para analis mencatat bahwa ketiadaan sejarah politik justru menjadi aset terbesar al-Zaidi dalam lanskap yang sangat terpolarisasi.

Kedua, meskipun banknya sempat dilarang melakukan transaksi dolar pada 2024, al-Zaidi secara pribadi tidak terkena sanksi AS.

Hal ini memberi alasan bagi Washington untuk percaya bahwa ia tidak sepenuhnya terjerat dalam jaringan Iran di Irak.

Terakhir, al-Zaidi memungkinkan tercapainya kesepakatan yang lebih luas antara kedua negara tersebut.

Kehangatan ucapan selamat Trump menunjukkan bahwa Washington mungkin menukar dukungannya dengan konsesi besar.

Perubahan ini mencerminkan realitas bahwa Iran yang melemah akibat perang membuat mitra-mitranya di Irak memiliki sedikit ruang manuver.

Kondisi tersebut membuat tuntutan Washington menjadi sangat jelas dan tegas kepada pemerintah baru.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa restu Trump bersifat bersyarat.

AS menginginkan langkah konkret dari al-Zaidi untuk menjauhkan negara dari milisi dukungan Iran sebelum bantuan pulih sepenuhnya.

Dukungan penuh akan dimulai dengan mengusir milisi dari institusi negara, menghentikan dukungan anggaran, dan menolak pembayaran gaji pejuang tersebut.

Skala tuntutan ini sangat besar mengingat fasilitas AS di Irak telah mengalami lebih dari 600 serangan sejak akhir Februari.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button