IBRAH

Menggali Hikmah di Balik Talbiyah

Lafadz innal hamda, mengingatkan kita akan segala nikmat anugerah Allah yang tak putus-putusnya kita peroleh dalam hidup ini, harus dibarengi dengan puji syukur tak henti-hentinya selama hayat masih dikandung badan.

Lafadz an- ni’mata dalam Talbiyah, juga menyadarkan kepada kita bahwa nikmat sehat, usia bertambah, harta, tahta, jabatan, rasa senang dan bahagia, dsb. adalah bagian dari ujian hidup yang wajib kita syukuri. Sebaliknya bila ujian itu datang dalam bentuk musibah, kesulitan dan derita, segera kita introspeksi diri, evaluasi dan atasi semua itu dengan sikap sabar.

Lafadz al-mulk dalam Talbiyah juga mengajarkan kepada kita agar senantiasa tawakkal kepada Allah. Karena Dia Maalikul Mulk, Rajadiraja.

Katakanlah, wahai Tuhan Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan itu dari tangan siapa saja yang Engkau kehendaki, Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. (QS.3 : 26).

Mari kita biasakan diri untuk selalu bertawakkal kepada Allah. Kita serahkan segala urusan kita kepada-Nya, karena Dia Mahatahu dan Maha Mengatur.

Namun usaha, ikhtiar dan doa tidak boleh dilalaikan, karena tawakkal bukan fatalisme, pasrah dan menerima.

Usaha, ikhtiar dan doa terus dilakukan, tawakkal kepada Allah tidak boleh ditinggalkan. “Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawkkallah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali Imran: 159).

Wallahu a’lam.[]

KH Muhammad Abbas Aula, Pimpinan Ponpes Quran wal Hadis Bogor

Laman sebelumnya 1 2 3 4
Back to top button