INTERNASIONAL

Negara Kaya Diminta Penuhi Janji Atasi Perubahan Iklim

Glasgow (SI Online) – Konferensi iklim PBB COP26 pada Senin (1/11) menyerukan negara-negara kaya untuk memenuhi janji membantu anggaran penanganan krisis iklim.

Para pemimpin dunia, pakar dan aktivis lingkungan dalam konferensi di Glasgow, Skotlandia itu berjanji melakukan aksi nyata untuk menghentikan pemanasan global yang mengancam masa depan planet ini.

Namun pertemuan para pemimpin 20 negara industri maju (G20) di Roma akhir pekan lalu gagal menyepakati komitmen ambisius yang baru.

G20 bertanggung jawab atas sekitar 80 persen emisi gas rumah kaca, gas hasil pembakaran bahan bakar fosil yang menjadi penyebab naiknya suhu bumi.

“Hewan menghilang, sungai sekarat dan tanaman tak berbunga seperti biasanya. Bumi tengah berbicara. Dia berkata kita tak punya waktu lagi,” kata Txai Surui di depan peserta COP26 dalam acara pembukaan.

Surui adalah seorang kepala suku asli hutan hujan Amazon yang berusia 24 tahun.

Tertunda setahun akibat pandemi COVID-19, COP26 bertujuan menjaga suhu bumi agar tidak lebih dari 1,5 derajat Celcius di atas tingkat suhu praindustri (era sebelum Revolusi Industri).

Untuk melakukan hal itu, diperlukan komitmen yang lebih ambisius untuk memangkas emisi, miliaran dolar pembiayaan iklim di negara-negara berkembang, dan menyelesaikan implementasi Perjanjian Paris 2015 yang diteken oleh hampir 200 negara.

Janji yang telah dibuat para pemimpin saat ini diprediksi malah akan membuat suhu permukaan bumi naik 2,7 derajat Celcius pada akhir abad ini, kondisi yang disebut PBB akan mempercepat kerusakan yang sudah dipicu oleh perubahan iklim.

Lebih dari 100 pemimpin dunia pada Senin berjanji untuk menghentikan deforestasi dan kerusakan lahan hingga 2030, serta menyiapkan dana 19 miliar dolar AS (sekitar Rp270,8 triliun) untuk melindungi dan memulihkan hutan.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button