Pengaruh Lobi Zionis Pudar, Politisi Amerika Mulai Tinggalkan AIPAC
Ia menambahkan bahwa organisasi tersebut hanya mengumpulkan dana bagi para kandidat yang secara terbuka menyatakan hubungan mereka dengan J Street.
Sementara itu, sejak 7 Oktober 2023, semakin banyak pejabat terpilih, termasuk Senator Amy Klobuchar, Chris Coons, dan Jack Reed, meminta dukungan resmi (endorsement) dari J Street.
Sebagian dari mereka kemungkinan berharap dapat mengambil jarak dari AIPAC sambil tetap mempertahankan hubungan dengan komunitas Yahudi Amerika.
Yousef Munayyer, kepala Program Palestina/Israel di Arab Center Washington DC, sependapat dengan penilaian tersebut.
Menurutnya, sebelum perang Gaza, salah satu tujuan utama J Street adalah melindungi para politisi dari tekanan kelompok-kelompok Zionis yang lebih keras.
“Tetapi sekarang, ketika AIPAC yang besar dan kuat sudah menjadi seberacun sekarang,” katanya, “para politisi tidak lagi begitu rentan terhadap serangan seperti dulu.”
Setelah peristiwa 7 Oktober dan perang di Gaza yang menyusul sesudahnya, kecenderungan J Street untuk selalu mengambil posisi kompromi tampaknya justru mengurangi keterlibatan generasi mudanya.
Pada tahun 2016, organisasi mahasiswa J Street U dilaporkan memiliki sekitar 60 cabang di berbagai kampus di seluruh Amerika Serikat.
Kini, direktur organisasi tersebut, Erin Beiner, menolak menyebutkan jumlah cabangnya. Ia hanya mengatakan bahwa J Street “aktif” di lebih dari 50 kampus.
Banyak mantan anggotanya kemudian beralih ke organisasi-organisasi yang lebih kiri, seperti Jewish Voice for Peace (JVP) dan IfNotNow, yang didirikan bersama oleh sejumlah mantan pemimpin J Street U.
Gejolak internal juga menjadi persoalan tersendiri. Pada November 2023, ketika korban sipil dan penderitaan di Gaza terus meningkat, sekelompok staf muda mengajukan surat internal yang menuntut agar J Street menyerukan gencatan senjata.
Jeremy Ben-Ami mendengarkan tuntutan mereka, tetapi memutuskan untuk tidak mengeluarkan seruan tersebut. Keputusan itu memicu pengunduran diri beberapa staf.
Marisa Edmondson, mantan anggota tim komunikasi J Street, mengenang situasi itu.
“Retorikanya selalu seperti, ‘Kita harus membangun kekuatan, kita harus menjawab tantangan zaman.’ Tetapi justru inilah momennya, dan kita sama sekali tidak melakukan apa-apa. Kita hanya duduk diam,” tutur Edmondson.






