INTERNASIONAL

Pengaruh Lobi Zionis Pudar, Politisi Amerika Mulai Tinggalkan AIPAC

Sebagian staf juga merasa frustrasi karena J Street enggan menyebut tindakan Israel sebagai “genosida.”

Pada Agustus 2025, setelah melalui banyak pertimbangan, Ben-Ami mengeluarkan sebuah pernyataan yang bisa dibaca sebagai upaya untuk bersikap penuh nuansa, tetapi juga dapat dipandang sebagai contoh klasik sikap yang mengelak.

Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak akan menggunakan istilah “genosida” karena mempertimbangkan pengalaman keluarganya dalam Holocaust.

Namun, pada saat yang sama ia mengatakan bahwa dirinya tidak lagi akan mempersoalkan apabila orang lain menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan tindakan Israel.

“Saya sama sekali tidak akan membela sesuatu yang tidak dapat dipertahankan,” tegas Ben-Ami.

Sekali lagi, hal ini menunjukkan apa yang menurut J Street merupakan upaya mempertahankan koalisi besar dengan tujuan yang sama, tetapi bagi para pengkritiknya justru mencerminkan kurangnya ketegasan moral. Munayyer menilai jawaban seperti itu “tidak memuaskan siapa pun.”

“Mungkin memang memuaskan sebagian donor. Tetapi apakah pemilih biasa merasa bahwa itu benar-benar jawaban yang tulus? Saya rasa tidak, setelah semua yang telah mereka saksikan,” ujar Munayyer.

Bagi sebagian orang, pemilihan pendahuluan Senat di Michigan, yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Agustus, sudah menunjukkan semakin pudarnya relevansi gaya politik J Street.

Tidak satu pun dari dua kandidat Demokrat yang masih bertahan dalam persaingan memperebutkan kursi Senat Michigan meminta dukungan J Street.

Yang pertama adalah Abdul El-Sayed, yang menuduh Israel melakukan genosida. Yang kedua adalah Haley Stevens, yang mengecam Benjamin Netanyahu tetapi juga pernah mengatakan bahwa Israel “datang dalam mimpi-mimpi saya.”

El-Sayed didukung oleh JVP Action, sedangkan Stevens memperoleh jutaan dolar bantuan iklan dari kelompok-kelompok luar yang berafiliasi dengan AIPAC.

Jalan tengah yang diwakili Mallory McMorrow, kandidat yang sebelumnya berhasil menggalang dana melalui J Street, justru ditolak secara telak oleh para pemilih.

Seorang pengamat lama yang ikut terlibat dalam pendirian J Street, namun meminta identitasnya dirahasiakan demi menjaga hubungan pribadi, memberikan penilaian kritis.

“Menjadi suara yang hanya mengatakan, ‘mungkin kita bisa membuat keadaan sedikit lebih baik, agar tidak menjadi jauh lebih buruk,’ tidak membuat orang bersemangat. Orang tidak akan berkata, ‘Ya! Di mana saya bisa mendaftar?'” ujarnya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6Laman berikutnya
Back to top button