Prinsip dan Adab Bertetangga dalam Islam
الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِه نَسْتَعِيْنُ عَلى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلى اٰلِه وَأَصْحَابِه وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُه وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ.
اما بعد. فيأيها الحاضرون, اوصيني واياكم بتقوى الله. اتقوا الله, في السر والعلن, فانه حبل الله المتين. قال الله تعالى في القران العظيم: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ.
وقال جل جلاله: وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ
Jamaah salat Jum’at yang berbahagia!
Marilah kita panjatkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat yang tidak terhitung jumlahnya, terutama nikmat iman dan Islam. Selawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Saw, beserta keluarga, dan para sahabat beliau yang menjadi teladan bagi kita melalui akhlak mereka yang mulia.
Sudah menjadi kewajiban seorang khatib untuk menyampaikan wasiat takwa dalam khutbahnya. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama meningkatkan dan memperkuat ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan bermuhasabah diri: sudahkah kita melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya? Sesungguhnya, melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya itulah hakikat dari takwa kepada-Nya.
Jamaah salat Jum’at yang berbahagia!
Ajaran Islam sangat menekankan pentingnya kedamaian dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut harus tumbuh dan berkembang mulai dari diri sendiri, kemudian meluas ke lingkungan keluarga, tetangga, hingga masyarakat dunia. Kedamaian dan kerukunan itu dimulai dari diri sendiri, karena jika diibaratkan sebagai sebuah lukisan yang indah, maka goresan pertama yang membentuknya adalah satu titik awal — dan titik itu adalah diri kita masing-masing.
Jamaah salat Jum’at yang berbahagia!
Tetangga adalah siapa saja yang tinggal di sekitar kita, baik yang memiliki hubungan kekerabatan maupun tidak, serta baik yang seagama maupun berbeda agama. Dengan demikian, Islam tidak membedakan antara satu dan yang lain dalam hal bertetangga, karena ajarannya menekankan sikap saling menghormati, tolong-menolong, dan berbuat baik kepada seluruh tetangga tanpa memandang latar belakang mereka.
Islam sangat menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan tetangga, baik tetangga yang dekat maupun yang jauh. Menjaga hubungan harmonis dengan tetangga merupakan bagian dari akhlak seorang muslim.
Allah SWT berfirman:
وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnusabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri. (QS. An-Nisā’ [4]:36)
Ayat ini menjadi salah satu dalil perintah berbuat baik kepada tetangga. Syaikh Wahbah Az-Zuhaili dalam Al-Tafsir al-Munir-nya mengatakan bahwa, dalam ayat ini Allah SWT membimbing seluruh manusia kepada beberapa sifat kebaikan dan ihsan, serta menunjukkan kepada mereka berbagai macam akhlak terpuji dalam hubungan sesama manusia. Di antaranya adalah berbuat baik kepada tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.
Tetangga yang dekat adalah tetangga yang dekat tempat tinggalnya, memiliki hubungan kekerabatan, atau seagama. Sementara itu, tetangga yang jauh adalah tetangga yang tempat tinggalnya agak jauh atau yang tidak memiliki hubungan kekerabatan. Berbuat baik kepada tetangga dapat mewujudkan prinsip tolong-menolong, saling berhubungan, kasih sayang, serta menumbuhkan rasa bahagia.






