Sayangi Senyummu, Hentikan Kebiasaan Merusak Gigi
“Intinya, gigi adalah untuk makan, bukan untuk difungsikan sebagai alat,” tegas drg. Sun.
3. Kesalahan rutinitas pembersihan
Menyikat gigi sesegera mungkin setelah menyantap sarapan sering kali dianggap sebagai langkah paling higienis.
Faktanya, proses mengonsumsi makanan justru menurunkan tingkat pH di dalam mulut dan membuat lapisan enamel menjadi jauh lebih lunak.
Dokter menyarankan Anda untuk menunggu setidaknya 30 menit agar air liur dapat mengembalikan keseimbangan pH alami mulut.
“Saat kamu menyikat gigi segera setelah makan, abrasi mekanis dari menyikat gigi dapat mempercepat keausan enamel,” sebut drg. Sun.
Selain pengaturan waktu yang salah, memberikan tekanan terlalu kuat saat menyikat juga berdampak fatal karena bisa mengekspos bagian dentin yang lunak.
“Ketika enamel terkikis, hal itu dapat menyebabkan retak, terkelupas, dan patah, bersamaan dengan peningkatan sensitivitas dan kerusakan gigi yang lebih cepat,” jelas drg. Sandip Sachar.
Sangat disarankan untuk selalu menggunakan sikat gigi berbulu lembut serta memperbaiki teknik pembersihan harian.
“Saya sarankan menyikat gigi dengan gerakan melingkar yang lembut, dibandingkan dengan gerakan maju mundur seperti menggergaji,” tambah drg. Sachar.
4. Pemutih, kebiasaan mengemil, dan bernapas lewat mulut
Penggunaan produk pemutih gigi instan tanpa pengawasan dokter ahli sering kali membawa dampak buruk bagi lapisan pelindung gigi.
Pemakaian jangka panjang dari produk yang dijual bebas di pasaran ini justru dapat merusak struktur gigi secara permanen.
“Pemutihan berlebihan, terutama dengan gel atau setrip yang dibeli di toko, dapat menyebabkan penipisan enamel, sensitivitas, dan gusi yang teriritasi,” tutur drg. Khalife.






