Sudah Saatnya Dunia Melangkah tanpa Amerika Serikat
AS tidak lagi ingin menjadi penjamin tatanan dunia. Kini saatnya kita semua memikul tanggung jawab itu.
Krisis perubahan iklim
Arsitektur global untuk perubahan iklim juga terancam.
Penarikan AS dari Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim mengancam: Green Climate Fund, Adaptation Fund, mekanisme Loss and Damage.
Bagi negara kepulauan kecil dan negara rentan iklim, ini bukan sekadar konsep — ini adalah jalur hidup mereka.
Eropa harus menunjukkan kepemimpinan iklimnya dengan sumber daya nyata. China sebagai penghasil emisi terbesar di dunia juga memiliki kapasitas untuk menjadi kontributor utama jika ingin mengklaim kepemimpinan moral.
Peran Karibia
Bagi kawasan Karibia, perubahan ini menuntut kerendahan hati dan ambisi.
Kerendahan hati karena selama ini mereka mengandalkan kerangka internasional yang jarang mereka danai.
Ambisi karena mereka memiliki: 14 suara di Majelis Umum PBB, otoritas moral sebagai wilayah garis depan perubahan iklim, tradisi diplomasi yang kuat.
Caribbean Community (CARICOM) dapat mengusulkan resolusi untuk memindahkan markas PBB dan mereformasi pendanaannya, serta memperkuat Caribbean Court of Justice sebagai jangkar regional.
Dunia tanpa kepemimpinan AS
Amerika Serikat tetap merupakan ekonomi terbesar dunia, memiliki militer paling kuat, serta menjadi rumah bagi banyak institusi, universitas, perusahaan, dan organisasi masyarakat sipil yang mendorong kemajuan global.
Banyak warga Amerika masih percaya pada multilateralisme, dan pintu untuk keterlibatan kembali AS harus selalu terbuka.
Namun dunia tidak bisa menunggu tanpa batas sampai politik domestik Amerika menemukan arah.
Dunia harus membangun institusi yang cukup kuat untuk berfungsi dengan atau tanpa Amerika.
Pada 1945, Amerika yang lelah perang memilih untuk membangun sistem global baru. Pilihan itu membentuk dunia yang kita warisi.
Pada 2026, Amerika yang berbeda membuat pilihan yang berbeda.
Dunia seharusnya menerima kenyataan itu tanpa kemarahan — dan melihatnya sebagai undangan untuk akhirnya mengambil tanggung jawab atas tatanan internasional yang selama ini kita klaim kita hargai. []
Sumber: Al Jazeera






