Menu Hijau Berkualitas Ampuh Tangkal Demensia
Jakarta (SI Online) – Kualitas asupan pangan berbasis tumbuhan terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap risiko demensia atau penurunan fungsi otak pada lansia.
Berdasarkan laporan Eating Well pada Rabu (22/04), para peneliti menganalisis data dari Studi Kohort Multietnis yang melibatkan lebih dari 92.000 penerima manfaat Medicare.
Riset yang diterbitkan dalam jurnal medis Neurology milik American Academy of Neurology ini melacak pola makan peserta berusia 45 hingga 75 tahun selama satu dekade.
Tim peneliti menggunakan tiga sistem penilaian untuk mengkategorikan asupan, yakni Indeks Diet Nabati Keseluruhan, Indeks Diet Nabati Sehat, dan Indeks Diet Nabati Tidak Sehat.
Hasil studi menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi makanan nabati dalam jumlah tertinggi memiliki risiko demensia 12 persen lebih rendah dibandingkan kelompok terendah.
Peserta yang konsisten menerapkan diet nabati sehat dengan nutrisi tinggi tercatat mengalami penurunan risiko demensia mencapai 7 persen.
Sebaliknya, individu yang paling banyak mengonsumsi makanan nabati tidak sehat justru menghadapi peningkatan risiko gangguan otak sebesar 6 persen.
Penelitian ini juga menyoroti dampak jangka panjang dari perubahan pola makan yang dilakukan peserta selama periode 10 tahun.
Peserta yang mengurangi asupan makanan nabati sehat secara drastis harus menghadapi lonjakan risiko demensia hingga 17 persen.
Bahkan, peningkatan konsumsi makanan nabati yang tidak sehat secara bermakna mampu meningkatkan risiko tersebut hingga menyentuh angka 25 persen.
Secara spesifik, penurunan konsumsi biji-bijian utuh, kacang, minyak nabati, serta teh atau kopi berkaitan dengan kenaikan risiko antara 11 persen hingga 15 persen.
Lonjakan risiko sebesar 12 persen juga ditemukan pada mereka yang meningkatkan konsumsi gula tambahan dalam menu harian.
Data menarik lainnya menunjukkan bahwa penurunan konsumsi telur ternyata berkaitan erat dengan peningkatan risiko demensia sampai 12 persen.
Meski demikian, studi ini memiliki keterbatasan karena mengandalkan klaim tagihan Medicare dan kuesioner mandiri yang bergantung pada ingatan peserta.
Secara garis besar, riset ini menegaskan bahwa tidak semua pola makan berbasis tumbuhan secara otomatis berdampak baik bagi kesehatan kognitif.
“Mengonsumsi makanan nabati yang tidak sehat, yang melalui banyak proses pengolahan dan memiliki kandungan gula tinggi, berkaitan dengan risiko penurunan kognitif yang lebih tinggi.”
Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkesgunungsugihkota.org
Temuan ini menyarankan agar masyarakat lebih selektif memilih asupan kaya nutrisi tanpa harus sepenuhnya meniadakan produk hewani dari meja makan.
Sumber: ANTARA






