Mengapa Trump Dukung Ali al-Zaidi sebagai Calon PM Irak?
Dukungan dari Washington bergantung pada kemajuan nyata dalam membatasi aktivitas milisi pro-Iran.
Oleh: Jasim Al-Azzawi, Analis dan jurnalis.
Keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mendukung Ali al-Zaidi sebagai perdana menteri Irak berikutnya mungkin mengejutkan sebagian pihak.
Namun, motivasi Trump menjadi jelas saat melihat sosok yang berusaha ia jauhkan dari posisi tersebut.
Koalisi partai Syiah yang bersekutu dengan Iran di parlemen Irak, Coordination Framework, awalnya mendukung mantan Perdana Menteri Nouri al-Maliki.
Bagi Washington, pencalonan pemimpin yang terang-terangan pro-Iran merupakan garis merah di tengah serangan milisi Irak terhadap aset AS.
Trump secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap al-Maliki dan mengancam akan menghentikan seluruh bantuan kepada Irak jika ia menjabat.
Kampanye tekanan tersebut berlangsung cepat dan keras melalui berbagai kebijakan ekonomi serta keamanan.
Washington menangguhkan pembayaran tunai dari pendapatan minyak Irak yang disimpan di Federal Reserve Bank of New York.
AS juga menghentikan bantuan keamanan serta menangguhkan kerja sama dengan lembaga keamanan Irak sebagai peringatan keras.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, turut memperingatkan bahwa pihak-pihak yang memungkinkan kekerasan milisi akan dimintai pertanggungjawaban.
Menghadapi tekanan besar tersebut, Coordination Framework akhirnya memilih untuk mengalah.
Setelah gagal menyetujui Bassem al-Badry, mereka mengadakan pertemuan terakhir yang menentukan dalam waktu 25 menit.
Ali al-Zaidi, seorang bankir berusia 40 tahun tanpa pengalaman politik, akhirnya disetujui secara bulat sebagai kandidat kompromi.
Presiden AS segera mengeklaim hasil tersebut sebagai sebuah kemenangan diplomatik.
Ia menelepon al-Zaidi, mengundangnya ke Washington DC, dan mendoakan keberhasilannya membentuk pemerintahan yang bebas dari terorisme melalui Truth Social.
Kepada wartawan di Gedung Putih, Trump bahkan menyatakan secara blak-blakan bahwa al-Zaidi menang berkat bantuan AS.






