MUDA

Gen Z dalam Pusaran Algoritma Kapitalis

Kini, saatnya generasi muda Muslim kembali memahami identitasnya, yakni sebagai umat terbaik pemimpin peradaban. Bukan sekadar target pasar digital, bukan pula sekadar konsumen yang terus dirayu untuk membeli, meminjam, dan menghabiskan waktu.

Mereka adalah pewaris peradaban besar yang pernah memimpin dunia dengan adab dan akhlak yang karimah, serta ilmu dan kejernihan berpikir yang berlandaskan pada keimanan. Kesadaran ini hanya dapat dibangun melalui pembinaan generasi dengan tsaqafah Islam yang berkelanjutan.

Jelas, solusi hakiki bukan sekadar menutup aplikasi atau membatasi iklan, melainkan membangun cara pandang baru bahwa sistem Islamlah satu-satunya sistem paripurna yang benar-benar melindungi manusia.

Alhasil, saatnya seluruh elemen bangsa ikut terlibat dalam mendorong generasi muda dalam aktivitas dakwah, menyatu dengan kelompok dakwah Islam ideologis, dan bergerak membangun kesadaran umat. Sebab, jika generasi muda dibiarkan terus-menerus dalam pusaran algoritma kapitalis maka bukan hanya masa depannya yang hilang, melainkan juga masa depan peradaban umat manusia. Wallahu’Alam bissawab.

Jannatu Naflah, Praktisi Pendidikan

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button