#Lawan IslamofobiaOPINI

Gugatan Keliru Netanyahu

Kontradiksi paling fatal dari narasi ini terlihat ketika dikaitkan dengan doktrin keamanan utama Netanyahu, yaitu mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Ia menyatakan, “Kami memastikan Iran tidak menjadi yang lain,” namun di sisi lain ia justru menuduh sekutu dekatnya sendiri sebagai negara Islam yang bermusuhan.

Logika ini jelas mencerminkan kegagalan dalam membangun koalisi anti-Iran yang selama ini menjadi andalan strategi luar negeri Israel. Insiden tersebut menjadi pengingat bahwa retorika politik yang hiperbolik hanya akan menggerus modal diplomatik suatu negara dan mengancam stabilitas kawasan.

Netanyahu, yang memimpin koalisi pemerintahan paling kanan dalam sejarah Israel, secara konsisten mengorbankan hubungan dengan sekutu tradisional demi merangkul figur-figur ekstrem. Pilihan politik ini berisiko besar mengubah peta aliansi di Timur Tengah.

Negara-negara yang secara konsisten mengedepankan perdamaian dan jembatan antarbudaya sudah sepatutnya mengecam pernyataan provokatif seperti itu. Selain tidak berdasar, pernyataan tersebut bertentangan dengan semangat tata dunia yang inklusif.[]

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button