Harapan Baru Sembuh dari Kanker, Aspirin Bukan Jawaban Mutlak
Profesor Anna Martling menambahkan bahwa pendekatan inovatif ini sangat membantu meningkatkan efektivitas terapi penyembuhan sekaligus secara nyata mengurangi beban biaya pengobatan pasien.
Meskipun temuan medis tersebut sangat menjanjikan, manfaat luar biasa dari aspirin ini ternyata tidak berlaku untuk semua kondisi tubuh manusia.
Penelitian yang dikutip oleh media Healthline pada April 2026 menunjukkan bahwa konsumsi aspirin setiap hari tidak secara signifikan menurunkan risiko seseorang untuk terkena kanker kolorektal.
Dalam analisis mendalam terhadap lebih dari 120.000 peserta, penggunaan aspirin dosis rendah dinilai hanya memberikan sedikit atau bahkan sama sekali tidak ada perbedaan dalam pencegahan kanker pada rentang waktu 5 hingga 15 tahun pertama.
Seorang dokter bedah kolorektal, dr. Ketan Thanki, menyebut bahwa hasil penelitian terbaru ini merupakan sebuah pengingat yang sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Penelitian ini menunjukkan manfaat perlindungan yang terbatas, jika ada, dari aspirin terhadap risiko kanker kolorektal pada populasi umum,” ujarnya.
Dokter Ketan Thanki juga menegaskan bahwa obat aspirin sama sekali tidak boleh dikonsumsi secara rutin hanya demi tujuan pencegahan kanker tanpa adanya rekomendasi resmi dari dokter yang berwenang.
Selain karena manfaatnya yang belum bisa dipastikan untuk semua orang, penggunaan aspirin dalam jangka panjang ternyata juga membawa risiko kesehatan yang cukup serius.
Penelitian tersebut menemukan fakta bahwa konsumsi aspirin secara terus-menerus dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko perdarahan internal yang berbahaya, termasuk perdarahan pada organ otak.
Risiko medis yang fatal ini tentu menjadi pertimbangan yang sangat penting, terutama bagi orang-orang yang gemar mengonsumsi aspirin tanpa adanya indikasi medis yang jelas dari dokter.
Oleh karena itu, para peneliti kesehatan sangat menekankan bahwa keputusan untuk menggunakan aspirin harus selalu mempertimbangkan keseimbangan antara manfaat dan risiko bahayanya secara cermat.






