Kekuatan Buku
Jadi kalau mengharamkan musik, maka harusnya juga dilarang manusia beretorika, menaikkan atau menurunkan suaranya. Maka disini kita bisa mengambil kesimpulan, pendapat ulama yang membolehkan musik lebih tepat.
Memang mendengarkan musik secara berlebihan juga tidak baik. Selain mendengarkan musik, seorang Muslim juga harus sering mendengarkan Al-Qur’an. Dan selain itu dalam pertunjukan musik, selain syair-syairnya harus dijaga, juga harus terpisah laki-laki dan perempuan.
Begitu pula ketika kita berijtihad mana yang lebih baik, jilbab atau cadar. Ulama berbeda pendapat tentang hal ini. Maka disini kita harus melihat perkembangan ilmu komunikasi. Dalam penelitian ilmu komunikasi, disebutkan bahwa wajah manusia menggambarkan ribuan ekspresi.
Wajah bisa mencerminkan kebohongan, kejujuran, optimis, pesimis, cemberut, senang, sedih, menangis, ngantuk, tidur, sinis dan lain-lain. Ketika wajah tertutup, maka ribuan ekspresi wajah itu jadi tertutup. Orang bisa mengatakan setuju sambil mulutnya sinis mengejek.
Di samping itu jilbab bila ditelaah memang cocok untuk Muslimah. Dalam komunikasi laki-laki dan perempuan, laki-laki tidak perlu lihat rambut, kaki atau badan wanita. Cukup melihat wajah dan telapak tangannya, komunikasi bisa terjadi secara sempurna.
Kembali soal buku. Buku di masa kejayaan Islam -misalnya di Andalusia (abad ke 8-15)- salah satu kota di sana waktu itu mempunyai koleksi buku sampai ratusan ribu. Ulama juga banyak memiliki koleksi perpustakaan ribuan atau ratusan ribu buku. Sementara di sebuah gereja besar di Eropa, mereka hanya punya di bawah 5000 buku.
Orang yang membaca buku lebih banyak, juga wawasannya jauh lebih luas daripada yang membaca satu atau dua buku. Dan biasanya orang yang membaca buku lebih banyak juga mempunyai kebijaksanaan yang lebih tinggi daripada yang sedikit baca buku.
Akhirnya, pepatah berikut ini menarik kita ambil hikmahnya,
A room without books is like a body without a soul(Cicero): ruangan tanpa buku seperti tubuh tanpa jiwa.
خير جليس في الزمان كتاب (Al-Mutanabbi): sebaik-baik teman di setiap waktu adalah buku.
Wallahu alimun hakim. Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. []
Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik.






