NUIM HIDAYAT

Manusia Merdeka

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

“Sesungguhnya orang-orang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik akan masuk ke dalam neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS. Al-Bayyinah [98]: 6)

Orang-orang kafir menyembah selain Allah Swt. serta menolak ajaran Nabi Muhammad saw. dan Al-Qur’an. Mereka menuruti hawa nafsu atau memperhamba diri kepada para pendeta dan rabi yang sombong. Mereka adalah orang-orang yang diperbudak oleh setan.

Al-Qur’an menyatakan:

فَإِن لَّمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Jika mereka tidak memenuhi seruanmu, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya tanpa mendapat petunjuk dari Allah? Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Qasas [28]: 50)

وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِن قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَن سَوَاءِ السَّبِيلِ

“Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulu, dan mereka telah menyesatkan banyak orang dan mereka sendiri tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 77)

وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah [2]: 168)

فَلَوْلَا إِذْ جَاءَهُم بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَٰكِن قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Maka mengapa ketika siksaan Kami datang kepada mereka, mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati? Tetapi hati mereka telah menjadi keras, dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am [6]: 43)

Orang-orang yang menuruti hawa nafsu dan bisikan setan kelak akan mendapat siksa Allah Swt. pada hari kiamat (yaumul hisab), terutama orang-orang yang memusuhi Islam.

Allah Swt. berfirman:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 39)

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

“Wahai Nabi! Berjihadlah melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. At-Tahrim [66]: 9)

وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

“Dan orang-orang yang kufur kepada Tuhannya akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. Al-Mulk [67]: 6)

Nabi Muhammad saw., manusia terbaik di dunia dan figur manusia merdeka sejati, sepanjang hidupnya senantiasa mengajak manusia untuk memeluk Islam—menyembah Allah Swt. sebagai satu-satunya Tuhan Pencipta alam semesta serta menjauhi ajakan hawa nafsu dan setan.

Itulah tugas utama Rasulullah saw., sebagaimana tugas para nabi terdahulu, yaitu mendakwahkan tauhid dan mengajak beribadah hanya kepada Allah Swt., bukan menyembah patung, matahari, atau sesama manusia. Ibadah diperuntukkan bagi Al-Khaliq yang menciptakan manusia, bukan kepada makhluk.

Al-Qur’an menyatakan:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya: ‘Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Aku, maka sembahlah Aku.’” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 25)

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (dengan seruan): ‘Sembahlah Allah dan jauhilah thagut.’” (QS. An-Nahl [16]: 36)

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ

“Sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata: ‘Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia.’” (QS. Al-A’raf [7]: 59)

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button