Manusia Merdeka
- Sombong dan merasa paling tinggi (QS. An-Nazi’at [79]: 24)
- Mengklaim kekuasaan mutlak (QS. Az-Zukhruf [43]: 51)
- Mengaku sebagai tuhan (QS. Al-Qasas [28]: 38)
- Menindas dan memecah belah rakyat (QS. Al-Qasas [28]: 4)
- Melakukan pembunuhan massal (QS. Al-Qasas [28]: 4)
- Menggunakan propaganda dan ancaman untuk mempertahankan kekuasaan (QS. Ghafir [40]: 29)
Bila para nabi mengajak manusia menyembah Allah Swt., maka Firaun memaksa manusia untuk menyembah dirinya:
فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ
“Lalu dia berkata: ‘Akulah tuhanmu yang paling tinggi.’” (QS. An-Nazi’at [79]: 24)
مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا عِبَادًا لِّي مِن دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِن كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ
Karakter utama Firaun dalam Al-Qur’an antara lain:
“Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi Kitab, hikmah, dan kenabian oleh Allah, kemudian dia berkata kepada manusia: ‘Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah,’ tetapi (dia berkata): ‘Jadilah kamu orang-orang Rabbani, karena kamu mengajarkan Kitab dan karena kamu mempelajarinya.’” (QS. Ali ‘Imran [3]: 79)
Manusia merdeka sejati adalah manusia yang bahagia di dunia dan akhirat, yaitu manusia yang bertakwa, senantiasa menaati perintah Allah Swt. dan Rasul-Nya, serta menempatkan Allah Swt. dan Rasul-Nya di atas segala-galanya.
وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, niscaya Dia memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang agung.” (QS. An-Nisa’ [4]: 13)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung.” (QS. Al-Ahzab [33]: 70–71)
وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ
“Dan barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS. An-Nur [24]: 52)
قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ
“Katakanlah: ‘Taatilah Allah dan Rasul-Nya. Jika kamu berpaling, maka sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang kafir.’” (QS. Ali ‘Imran [3]: 32)
وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا
“Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para pencinta kebenaran (shiddiqin), orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. An-Nisa’ [4]: 69)
قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ ۖ وَإِن تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا ۚ وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ
“Katakanlah: ‘Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajiban Rasul itu hanyalah apa yang dibebankan kepadaya, dan kewajiban kamu adalah apa yang dibebankan kepadamu. Jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.’” (QS. An-Nur [24]: 54)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan pahala amal-amalmu.” (QS. Muhammad [47]: 33)
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” (QS. Al-Hasyr [59]: 7) []






