Manusia Merdeka
وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ
“Dan kepada kaum ‘Ad (Kami utus) saudara mereka, Hud. Dia berkata: ‘Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia.’” (QS. Al-A’raf [7]: 65)
Orang-orang kafir adalah budak hawa nafsu dan setan, sedangkan seorang Muslim adalah hamba Allah Swt. Seorang Muslim adalah manusia yang merdeka dari cengkeraman hawa nafsu dan tipu daya setan.
Memerdekakan diri dari hawa nafsu dan setan bukanlah hal yang mudah karena keduanya setiap hari membisikkan perbuatan jahat yang dilarang oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya. Manusia setiap hari bertarung batin, apakah akan mengikuti ajakan hawa nafsu dan setan, ataukah mematuhi bimbingan ilahi.
أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِن بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, serta Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah? Tidakkah kamu mengambil pelajaran?” (QS. Al-Jasiyah [45]: 23)
وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ
“Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan engkau dari jalan Allah.” (QS. Sad [38]: 26)
إِنَّمَا يَأْمُرُكُم بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
“Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 169)
يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ ۖ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا
“Setan memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan tidak menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka.” (QS. An-Nisa’ [4]: 120)
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
“Dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.” (QS. An-Nas [114]: 4–5)
Al-Qur’an menjelaskan bahwa wujud setan dapat berasal dari golongan jin maupun manusia. Ada manusia-manusia di dunia ini yang menuntut agar orang lain menyembah dirinya serta menuruti seluruh perintahnya dengan ancaman siksa dan pembunuhan. Contoh nyata dalam sejarah adalah Raja Firaun. Selain Firaun, muncul pula penguasa-penguasa dunia yang bertindak sebagai “Firaun kecil” yang bengis terhadap rakyatnya demi mempertahankan kekuasaan.
Jika pemimpin yang baik mengedepankan musyawarah dan dialog, maka penguasa bertipe Firaun ini menolak kebenaran karena kesombongan. Maka tidak mengherankan jika Firaun-Firaun kecil bermunculan di era modern, seperti George W. Bush yang bertanggung jawab atas tewasnya ratusan ribu warga di Irak dan Afghanistan, serta Trump dan Netanyahu yang bertanggung jawab atas gugurnya puluhan ribu Muslim di Palestina.






