#Bebaskan PalestinaJEJAK SEJARAH

Al-Quds Milik Islam, Ini Buktinya!

Sebab tidak butuh waktu lama, kota suci ini pasti akan selalu kembali ke pangkuan pemiliknya yang sah dan sejati. Pemilik sah tersebut tidak lain adalah bangsa Arab dan umat Islam.

Kota Al-Quds menempati kedudukan yang sangat agung di dalam sistem akidah Islam. Kota suci ini merupakan titik akhir perjalanan Isra sekaligus titik awal bertolaknya Mikraj Rasulullah saw.

Al-Quds juga memegang status sebagai kiblat pertama umat Islam, masjid kedua yang dibangun di bumi, serta tanah suci ketiga yang paling mulia. Allah Swt. telah mengabadikan kesucian tempat ini di dalam Al-Qur’an melalui Surat Al-Isra [17] Ayat 1:

Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya…

Rasulullah saw. juga menegaskan keutamaannya dalam sebuah hadis sahih: “Janganlah kalian memaksakan melakukan perjalanan jauh (untuk ibadah) kecuali menuju ke tiga masjid: Masjidilharam, Masjidilaksa, dan masjidku ini (Masjid Nabawi).”

Situs Islam yang paling krusial di Al-Quds adalah kawasan Al-Haram al-Syarif. Kawasan suci ini merangkum bangunan utama Masjidilaksa dan Masjid Kubah Batu.

Ilustrasi: Tiga kekuatan penyokong pembebasan Al-Quds yakni Akidah, Persatuan dan Senjata. [AI]

Masjid Kubah Batu sendiri bertumpu di atas puncak Gunung Moria. Tepat di bawah kubah emasnya, terdapat batu bersejarah (Shakhrah) yang menjadi tempat Rasulullah saw. bertindak sebagai imam salat bagi seluruh nabi pada malam Isra dan Mikraj.

Jalan satu-satunya untuk membebaskan Al-Quds adalah dengan menempuh jalan Islam saja. Allah Swt. telah memuliakan kita dengan Islam, dan barang siapa yang mencari kemuliaan dari selain jalan Islam, maka Allah pasti akan menghinakannya.

Generasi akhir dari umat ini tidak akan pernah menjadi baik kecuali dengan menggunakan metode yang telah terbukti berhasil memperbaiki generasi awal mereka dahulu. Hal tersebut dapat dicapai dengan menanamkan keyakinan mendalam bahwa pertempuran kita melawan zionis adalah perang antara kebenaran dan kebatilan.

Sebab sebuah kebenaran tidak akan pernah menang tanpa adanya kekuatan yang membentenginya. Kekuatan penyokong tersebut adalah kekuatan akidah, kekuatan persatuan, serta kekuatan senjata.[]

(Disadur secara bebas dari karya Nabih Zakaria Abd Rabbuh, dalam Al-Arabiyyah lin Nasyiin jilid 6)

Laman sebelumnya 1 2 3 4
Back to top button