NUIM HIDAYAT

Kekuatan Ilmu

Mulai dari ayat 31-32,

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

Dan Dia mengajarkan/memberikan ilmu kepada Adam nama-nama (benda) seluruhnya, kemudian memperlihatkannya kepada para malaikat, lalu berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu benar!”

قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

Mereka menjawab, “Maha Suci Engkau, tidak ada pengetahuan bagi kami selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.”

Di ayat ini, Allah memberikan bekal ilmu kepada manusia pertama (Nabi Adam) di dunia, agar ketika di bumi tetap beribadah kepadaNya dan memakmurkan bumi. Malaikat ditantang Allah untuk menyebutkan nama-nama benda, mereka tidak sanggup. Mereka menyatakan, “Maha Suci Engkau, tidak ada pengetahuan bagi kami selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.”

Ayat ini mengandung makna bahwa sumber pertama kali ilmu adalah dari Yang Maha Pencipta. Beda dengan kaum komunis, yang mengatakan bahwa sumber pertama ilmu adalah manusia sendiri dengan alat inderanya. Pemikiran komunis ini sangat bermasalah. Mereka akan bingung menjawab siapa yang menciptakan otak manusia? Mustahil otak itu ada sendiri atau diciptakan manusia atau makhluk lain. Yang menciptakan otak adalah Yang Maha Kuasa yang menciptakan bumi ini dan alam sekitarnya.

Kaum komunis adalah kaum yang sombong. Mereka menolak beribadah kepada Tuhan. Mereka ‘beribadah‘, menyembah mengagungkan manusia yang menurut mereka hebat. Mengagungkan Karl Marx, Lenin atau pemikir-pemikir mereka yang lain. Mereka menganggap tokoh-tokoh mereka itu seperti Nabi, yang mereka teladani jalan hidupnya.

Sifat sombong adalah sikap Iblis, makhluk terkutuk di muka bumi (ayat 34 surat al Baqarah). Iblis menolak diperintah Allah untuk menghormati (‘sujud‘) pada Nabi Adam. Sementara para Malaikat mentaati Allah. Iblis merasa dirinya lebih mulia dari Adam as.

“Allah berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud ketika Aku menyuruhmu?” Ia (Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripadanya; Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. al A’raf 12)

Karena menolak perintah Allah, maka Allah menyatakan, “Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalamnya (neraka), mereka dan orang-orang yang sesat, dan bala tentara Iblis semuanya.” (QS. asy Syuara 94-95).

Ayat-ayat tentang Iblis ini bisa dimaknai bahwa Iblis itu membanggakan ras/keturunan daripada kemuliaan ilmu. Ini persis seperti sifat kaum Yahudi Israel yang sombong membanggakan rasnya, sehingga manusia-manusia di luar Yahudi mereka anggap hina/bodoh dan boleh disiksa, dibunuh dan dilenyapkan di muka bumi ini.

Lihatlah bagaimana Yahudi Israel sejak 1948 membunuhi orang-orang Islam Palestina. Saat itu bukan hanya membunuh kaum Muslimin, tapi mereka juga mengusir jutaan orang dari tanah mereka sendiri. Apakah kaum Yahudi israel merasa bersalah dengan semua tindakannya ini? Tidak. Mereka merasa adalah ras terbaik, satu-satunya ras yang berhak mengatur dunia. Mereka tidak peduli menggapai kekuasaan itu dengan jalan membunuh jutaan manusia. Mereka telah bersekutu dengan Iblis sejak dahulu.

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

“Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu). Sesungguhnya ia hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir 6)

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS. al A’raf 27)

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button