Kekuatan Ilmu
Ketika Rasulullah saw merenung di gua Hira’ prihatin terhadap kondisi masyarakatnya, tiba-tiba turun Malaikat Jibril di hadapannya. Iqra’, bacalah Muhammad. Iqra’, bacalah Muhammad. Muhammad saw sambil menggigil berkata, aku tidak bisa membaca. Jibril as melanjutkan,
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al Alaq: 1-5)
Nabi Muhammad kemudian menirukannya. Tubuhnya bergemetar. Ia pun pulang cepat ke rumahnya. Di rumahnya tetap menggigil, ia naik ke ranjang tempat tidur. Ia belum pernah mengalami kejadian sehebat itu. Bertemu dengan makhluk yang bukan manusia.
Siti Khadijah, istrinya, melihat suaminya seperti itu, ia pun heran. Ia menghibur Nabi Muhammad, sambil mengatakan bahwa Nabi Muhammad itu seorang yang jujur, suka menolong orang dan seterusnya. Muhammad saw pun menceritakan kejadian aneh yang baru saja dialaminya.
Melihat suaminya yang mengalami kejadian aneh itu, akhirnya Siti Khadijah mengajak suaminya menemui seorang pendeta (pengikut Nabi Isa as). Pendeta itu kemudian menyatakan bahwa ‘peristiwa aneh seperti itu telah terjadi pada Nabi Musa. Itu adalah wahyu yang diturunkan Allah kepada hamba yang dikasihiNya.‘
Setelah itu ayat-ayat Al-Qur’an diturunkan Malaikat Jibril berturut-turut hingga Rasulullah hijrah ke Madinah. Ayat-ayat Al-Qur’an yang turun itu, kemudian Nabi Muhammad bacakan kepada sahabat-sahabatnya.
Istrinya telah bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad saw adalah utusanNya. Kemudian berturut-turut masuk Islam, sahabat terdekatnya Abu Bakar, keponakannya Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’d bin Abi Waqqas, Talhah bin Ubaidillah dan seterusnya.
Mengapa mereka masuk Islam? Ya karena mereka mendengar kalimat-kalimat Al-Qur’an yang menakjubkan yang disampaikan Nabi Muhammad. Selain itu juga mereka menyaksikan kebaikan dan kemuliaan budi beliau.
Allah Swt, Sang Pencipta, memilih Nabi Muhammad untuk menjadi teladan bagi manusia untuk beribadah kepadaNya. Muhammad saw diberikan ‘senjata al Qur’an‘ untuk mengajak manusia ke jalan yang benar. Jalan yang mulia. Jalan yang membawa kedamaian dan kebaikan bagi manusia. Jalan yang membawa kebahagiaan, baik di dunia maupun kehidupan setelah dunia (akhirat).
Kalimat-kalimat Al-Qur’an memang menakjubkan. Seorang mualaf Amerika, pakar matematika, Prof Jeffrey Lang masuk Islam karena membaca Al-Qur’an. Sebelumnya agamanya Kristen dan kemudian ateis. Setelah menyimak Al-Qur’an, hadiah dari seorang mahasiswanya, ia terkagum-kagum. Ia menyatakan bahwa bila membaca Al-Qur’an (terjemah bahasa Inggris), selalu muncul pertanyaan-pertanyaan dalam benaknya. Tapi anehnya, kata Jeffrey Lang, Al-Qur’an menjawab pertanyaan pertanyaan dalam benaknya itu di ayat berikutnya.
Ia menyatakan bahwa ketika menganut agama Kristen dan ateis, ia merasa tidak puas, karena kedua isme itu tidak dapat menjawab pertanyaan yang selalu menggelayuti dalam hidupnya. Yaitu untuk apa manusia diciptakan di muka bumi ini? Di dalam Kristen, ia menemukan jawaban hanya untuk menebus dosa yang dimiliki manusia. Di ateis, ia juga tidak menemukan jawabannya.






