NUIM HIDAYAT

Kekuatan Ilmu

Begitu juga dengan bangsa Iran. Mereka berpegang teguh pada Al-Qur’an. Mereka tidak gentar diserbu militer terganas di dunia, Amerika dan Israel. Pemimpin-pemimpin mereka bukan pengecut seperti Trump dan Netanyahu yang duduk manis di kantornya, sementara para tentaranya maju perang mempertaruhkan nyawanya.

Para pemimpin Iran menyambut kematian dengan tersenyum, sebagaimana Sayidina Hussein yang syahid di Padang Karbala. Janji Allah di surga bagi para pejuang adalah suatu kepastian bagi mereka.

Syahid adalah puncak perjuangan Islam, menurut Al-Qur’an. Makanya dalam Islam, orang-orang yang mati syahid dalam peperangan tidak perlu dimandikan atau dishalati, langsung dikubur. Darah para mujahidin adalah suci dan dihidupkan oleh Allah nantinya dengan balasan surga. Para mujahid itu sebenarnya tidak wafat, tapi tetap hidup di sisi Allah. Keberanian dan jejak-jejak perjuangannya menjadi pelajaran besar bagi para pejuang selanjutnya.

وَلَا تَقُولُوا لِمَن يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَٰكِن لَّا تَشْعُرُونَ

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang terbunuh di jalan Allah bahwa mereka mati; bahkan mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. al Baqarah 154)

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

“Janganlah engkau mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka hidup di sisi Tuhannya dan diberi rezeki.” (QS. Ali Imran 169)

فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang belum menyusul mereka (yang masih hidup) di belakang mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Ali Imran 170)

يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ

Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran 171)

الَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِلَّهِ وَالرَّسُولِ مِن بَعْدِ مَا أَصَابَهُمُ الْقَرْحُ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا مِنْهُمْ وَاتَّقَوْا أَجْرٌ عَظِيمٌ

“(Yaitu) orang-orang yang memenuhi panggilan Allah dan Rasul setelah mereka mendapat luka (dalam perang). Bagi orang-orang yang berbuat baik di antara mereka dan bertakwa ada pahala yang besar.” (QS. Ali Imran 172)

Pasukan Gaza dan Iran adalah pasukan yang sangat dimusuhi Amerika dan Israel. Dua bangsa besar terlaknat ini, ingin menghapuskan Gaza dan Iran dari permukaan bumi. Israel dan Amerika yang merasa ras terbaik di dunia (sombong), ingin mengendalikan pemerintahan di Gaza/Palestina dan Iran. Mereka ingin dua negeri Islam menjadi budak mereka, setelah mereka berhasil menjadikan budak negara-negara di Timteng yang lain.


Peradaban Islam lahir dari wahyu yang pertama turun, ‘Iqra‘ bismi rabbikalladzi khalaq‘ yang diterima Nabi Muhammad saw. Peradaban Islam yang pernah menguasai dunia lebih dari 1000 tahun itu ditopang dengan ilmu. Bukan ditopang dengan kekuatan militer sebagaimana peradaban Barat (Amerika dan Israel).

Ilmu yang berasal dari wahyu yang diturunkan Allah Swt, sang Maha Pencipta alam semesta. Beda dengan ilmu yang ada di Barat, yang memisahkan ilmu dengan wahyu. Peradaban Barat lahir justru karena trauma terhadap ulah para pendeta yang bersekongkol dengan kaum bangsawan menindas rakyat di Eropa.

Peradaban Barat lahir karena kemarahan terhadap ajaran agama Kristen, terutama ulah yang memuakkan dan menjijikkan para pendetanya. Barat trauma terhadap agama. Akhirnya mereka menyusun ilmu pengetahuan dengan akal (dan hawa nafsu) semata. Wahyu Tuhan dibuang sejauh-jauhnya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9Laman berikutnya
Back to top button