Kekuatan Ilmu
“Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Aku tidak mempunyai kekuasaan apa pun terhadapmu, melainkan aku hanya mengajak kamu, lalu kamu mematuhi ajakanku. Maka janganlah kamu mencela aku, tetapi celalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sungguh, orang-orang zalim itu mendapat azab yang pedih.” (QS. Ibrahim 22)
Sifat sombong/takabur yang dimiliki Iblis adalah sifat yang berbahaya bagi manusia. Sombong adalah meremehkan manusia lain, merasa dirinya paling hebat dan ujungnya manusia lain dianggapnya tidak becus kalau mengurus orang lain (mengatur dunia), Karena itu Rasulullah saw berpesan,
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar zarrah (sangat kecil).” (HR. Muslim)
Dari Abdullah bin Mas’ud dari Rasulullah ﷺ. Rasulullah bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan sebesar zarrah.” Lalu seseorang berkata: “Sesungguhnya seseorang suka pakaiannya bagus dan sandalnya bagus.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan. Sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”
Individu yang sombong, akan berbuat semena-mena terhadap orang lain. Bangsa yang sombong, akan meremehkan bangsa lain dan akan tega membunuh atau menindasnya tanpa perasaan bersalah.
Ideologi Iblis inilah yang sekarang dianut pemimpin dan rakyat Yahudi Israel. Mereka sekali lagi telah membunuh dan mengusir jutaan umat Islam sejak tahun 1948. Maka jangan heran dulu Bangsa Nazi Jerman ingin melenyapkan kaum Yahudi dari Eropa. Hitler telah melihat bahaya kaum Yahudi ini ‘sejak kecil‘.
Sebagai umat Islam tentu saja kita tidak setuju dengan cara-cara kekerasaan yang dilakukan Hitler. Tapi dari sejarah akhlak Yahudi ketika di Eropa itu, bangsa Jerman telah memetik hikmahnya.
Dan kini ‘hipotesa‘ bangsa Jerman itu ada benarnya. Sekarang terbukti bangsa Yahudi adalah bangsa yang terkejam di dunia. Jutaan manusia di Eropa, Autralia, Amerika dll berdemo mengutuk Yahudi Israel, tapi mereka tetap tidak merasa bersalah. Malah tidak puas dengan membunuh lebih dari 72ribu umat Islam di Palestina (2023-2026), kini mereka membunuh ribuan umat Islam di Iran.
Senjata ilmu yang diberikan Allah kepada Nabi Adam inilah yang membuat manusia lebih mulia dari Malaikat, apalagi dengan Iblis/syetan. Malaikat, wajar selalu taat dan berdzikir kepada Allah, karena malaikat memang diciptakan Allah untuk selalu taat kepadaNya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.“ (QS. Tahrim 6)
Dan mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak.” Mahasuci Dia. Sebenarnya (malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka tidak mendahului-Nya dalam perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. (QS. Ibrahim 26-27)
Bila malaikat tidak diberikan potensi untuk menentang Allah, maka manusia mempunyai potensi untuk menentang Allah. Manusia mempunyai potensi menentang atau taat kepada Allah. Manusia yang sering berbuat dosa besar/melakukan kejahatan, maka ujungnya ia akan menentang Allah. Ia akan terus menikmati persekutuannya dengan Iblis/setan.






