Kekuatan Ilmu
Sementara manusia yang sering berbuat kebaikan, ujungnya ia akan selalu mentaati Allah. Ia merasa bahagia taat kepada Allah dan melakukan kebaikan itu.
Orang yang sering berbuat kejahatan, hatinya telah berkarat, sehingga tidak bisa membedakan antara baik dan buruk. Sedangkan orang yang sering berbuat kebaikan, hatinya bersih/jernih, sehingga bisa membedakan antara yang baik dan buruk.
Al-Qur’an mengingatkan, “Sungguh beruntung orang yang menyucikan (jiwa)nya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (Qs. asy Syams 9-10)
أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. az Zumar 22)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِن رَّحْمَتِهِ وَيَجْعَل لَّكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Dia akan memberikan kepadamu dua bagian dari rahmat-Nya, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan itu kamu dapat berjalan, serta Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
“Pada hari engkau melihat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, cahaya mereka bersinar di depan mereka dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), ‘Kabar gembiramu pada hari ini adalah surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai sungai; kamu kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.’” (QS. al Hadid 12)
وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ ۚ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِّنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ
“Dan ketahuilah bahwa di tengah kamu ada Rasulullah. Sekiranya dia menuruti kemauanmu dalam banyak urusan, niscaya kamu akan mendapat kesulitan. Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada iman dan menjadikannya indah dalam hatimu, serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ
“Dan di antara manusia ada orang yang menjadikan tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman itu lebih besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang zalim itu melihat ketika mereka melihat azab, bahwa sesungguhnya kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat keras azab-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS. al Baqarah 165)
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar (lurus). Niscaya Dia memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh ia telah memperoleh kemenangan yang besar (bahagia di atas bahagia).” (QS. al Ahzab 70-71)
Tentara-tentara Israel dan Amerika adalah tentara yang resah. Mereka bagai budak yang disuruh tuannya untuk membunuh manusia lain yang tidak bersalah. Maka dalam perang Israel-Gaza, ribuan tentara Israel yang stress, bahkan sebagian bunuh diri. Mereka dicekoki doktrin bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang paling mulia di muka bumi dan bangsa Palestina (umat Islam) adalah bangsa yang bodoh dan harus dilenyapkan. Tentara-tentara Amerika juga banyak yang mengeluh untuk memerangi Iran yang tidak punya kesalahan apa-apa (terhadap Israel-AS).
Bandingkan dengan Hamas pasukan Gaza. Dalam perang ini mereka tidak ada yang stress. Bahkan mereka menjemput kematian dengan tersenyum. Mereka berpegang teguh pada Al-Qur’an yang mulia. Prinsip mereka hidup mulia atau mati syahid. Kalah atau menang dalam peperangan, sama mulianya. Menang berarti mengalahkan pasukan Israel yang zalim. Kalah atau meninggal dunia berarti masuk surga seperti yang dijanjikan Allah dalam Al-Qur’an.






