NUIM HIDAYAT

Kekuatan Ilmu

Para Nabi memimpin ummatnya dengan ilmu bukan dengan senjata militer. Renungkan ayat-ayat berikut ini,

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ۚ فَإِن يَكْفُرْ بِهَا هَٰؤُلَاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَّيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ

“Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka Kitab, hikmah, dan kenabian. Jika orang-orang ini mengingkarinya, maka sungguh Kami telah menyerahkannya kepada kaum yang tidak akan mengingkarinya.” (QS. Al An’aam 89)

وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ عِلْمًا ۖ وَقَالَا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan sungguh, Kami telah memberikan ilmu kepada Daud dan Sulaiman. Dan keduanya berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami atas banyak dari hamba-hamba-Nya yang beriman.’” (QS. an Naml 15)

وَلُوطًا آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَت تَّعْمَلُ الْخَبَائِثَ ۗ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمَ سَوْءٍ فَاسِقِينَ

“Dan kepada Luth, Kami telah memberikan hikmah dan ilmu, dan Kami selamatkan dia dari negeri yang (penduduknya) melakukan perbuatan keji. Sungguh, mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik.” (QS. al Anbiya‘ 74)

فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ ۚ وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُودَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَاعِلِينَ

“Maka Kami memberikan pemahaman (yang benar) kepada Sulaiman tentang perkara itu; dan kepada masing-masing (Daud dan Sulaiman) Kami berikan hikmah dan ilmu. Dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung untuk bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya.” (QS. al Anbiya‘ 79)

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَاسْتَوَىٰ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

“Dan ketika dia (Nabi Musa as) telah dewasa dan sempurna (akalnya), Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. al Anbiya‘ 14)

Kekuatan akal dan wahyu (ilmu) yang dimiliki Rasulullah saw, menjadikan Rasul adalah manusia teladan di bangsa Arab saat itu. Mereka mengakui kehebatan ilmu dan akhlak Rasulullah saw, sehingga Islam menyebar cepat di seluruh jazirah Arab. Setelah Rasulullah saw wafat, para sahabat yang mulia melanjutkan perjuangan risalah Islam ini ke seluruh dunia. Sehingga tidak sampai 100 tahun Islam telah menyebar luas ke seluruh wilayah dunia, termasuk ke Indonesia dan Eropa.

Para sejarawan mengakui, bahwa Islam adalah agama yang paling cepat perkembangannya dalam sejarah agama. Kehadiran Islam di negara-negara lain, membuat bangsa itu menjadi maju dan semangat dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Walhasil kekuatan ilmu yang menyatu dengan wahyu itu harus dibarengi dengan akhlak mulia agar Islam diterima bangsa-bangsa lain. Peradaban Islam itu tinggi dan mulia, jauh dengan Peradaban Barat yang moralnya rendah dan hanya berasas pada ‘materialisme’ belaka.

Rasulullah saw berpesan,

الإِسْلَامُ يَعْلُو وَلَا يُعْلَى عَلَيْهِ

“Islam itu tinggi (unggul), dan tidak ada yang mengunggulinya.” (HR Baihaqi dan Daruquthni)

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9Laman berikutnya
Back to top button