NUIM HIDAYAT

Menyelami Makna Alhamdu Lillahi Rabbil Alamin

Ada yang berpendapat bahwa al-hamd sama dengan syukur, namun pendapat pertama lebih benar.

Huruf alif dan lam pada kata al-hamd menunjukkan makna mencakup seluruh jenis pujian, yaitu semua pujian hanya milik Allah Ta‘ala.

Firman-Nya lillāh menunjukkan pengkhususan dan kepemilikan, yang tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hal itu.

Adapun firman-Nya Rabbil ‘ālamīn, maka Rabb adalah Pemimpin, Pemilik, Pengatur, dan Pendidik. Kata ini tidak digunakan secara mutlak kecuali untuk Allah Ta‘ala.

Sedangkan al-‘ālamīn adalah bentuk jamak dari ‘ālam, yaitu segala sesuatu yang diciptakan Allah di dunia dan akhirat.

Mereka disebut ‘alam karena menjadi tanda yang menunjukkan keberadaan Pencipta mereka.”

Sedangkan Fakhruddin ar Razi dalam Mafatihul Ghaib menyatakan,


ٱعْلَمْ أَنَّ ٱلْحَمْدَ هُوَ ٱلثَّنَاءُ عَلَى ٱلْمُنْعِمِ بِسَبَبِ كَوْنِهِ مُنْعِمًا، وَهُوَ أَعَمُّ مِنَ ٱلشُّكْرِ؛ لِأَنَّ ٱلشُّكْرَ مُقَابَلَةُ ٱلنِّعْمَةِ بِٱلْقَلْبِ وَٱللِّسَانِ وَٱلْجَوَارِحِ، أَمَّا ٱلْحَمْدُ فَهُوَ ٱلثَّنَاءُ عَلَى ٱللَّهِ تَعَالَى لِذَاتِهِ وَلِصِفَاتِهِ وَلِأَفْعَالِهِ.
وَقَوْلُهُ: لِلَّهِ، يَدُلُّ عَلَى ٱنْحِصَارِ جَمِيعِ أَنْوَاعِ ٱلْحَمْدِ فِيهِ سُبْحَانَهُ.
وَأَمَّا قَوْلُهُ: رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ، فَٱلرَّبُّ هُوَ ٱلْمُرَبِّي، وَهُوَ ٱلَّذِي يُرَبِّي ٱلْخَلْقَ مِنْ حَالٍ إِلَى حَالٍ إِلَى أَنْ يَبْلُغُوا كَمَالَهُمْ.
وَٱلْعَالَمُونَ هُمْ كُلُّ مَا سِوَى ٱللَّهِ تَعَالَى، وَهُمْ مُحْتَاجُونَ إِلَيْهِ فِي ٱلْإِيجَادِ وَٱلْإِبْقَاءِ.

“Ketahuilah bahwa al-hamd adalah pujian kepada Zat yang memberi nikmat karena Dia memang pemberi nikmat. Ia lebih umum daripada syukur, karena syukur adalah membalas nikmat dengan hati, lisan, dan anggota badan. Adapun hamd adalah pujian kepada Allah Ta‘ala karena zat-Nya, sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-perbuatan-Nya.

Firman-Nya lillāh menunjukkan bahwa seluruh bentuk pujian hanya terbatas pada-Nya semata.

Adapun firman-Nya Rabbil ‘ālamīn, maka Rabb adalah yang mendidik dan menumbuhkan makhluk secara bertahap dari satu keadaan ke keadaan lain hingga mencapai kesempurnaan.
Dan al-‘ālamīn adalah segala sesuatu selain Allah Ta‘ala, dan semuanya membutuhkan-Nya dalam penciptaan dan keberlangsungan.”

Maka kita bisa membagi pujian atau syukur kepada Allah dalam beberapa keadaan:

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5Laman berikutnya
Back to top button