LAPORAN KHUSUS

Prabowo-Sandi Tak Terbendung

Demikian pula dengan acara kolosal yang digelar kepolisian bertajuk “Millenial Road Safety Festival” di hampir seluruh daerah di Indonesia, juga dengan mudah bisa dibaca sebagai bagian dari kampanye Jokowi. Di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Ahad 17 Februari lalu, Gubernur Bali I Wayan Koster terang-terangan mengajak milenial yang ikut acara itu untuk memilih Jokowi. Walaupun selesai acara, Kapolda Bali Irjen Pol Reinhard Petrus Golose meralat bila tujuan acara tersebut bukanlah untuk kampanye.

Prabowo-Sandi di Sidoarjo, Jatim.

Dengan kekuasaan dan aparat yang dimiliki, kubu petahana juga bisa menghambat kampanye lawan. Tidak sekali dua kali hambatan itu dirasakan Prabowo-Sandi. Saat hendak ke Pandeglang, Banten, helikopter Prabowo tidak dapat izin untuk mendarat di Alun-alun Pandeglang. Akhirnya Prabowo mendarat di Serang. Padahal tujuan Prabowo ke Pandeglang bukan untuk kampanye, melainkan berkunjung ke kediaman ulama Banten Abuya Murtadho di Kecamatan Cadasari, Pandeglang.

Saat kampanye di Bogor, Prabowo tidak diizinkan menggunakan Stadion Pakansari oleh Pemkab Bogor. Padahal pada Pilkada 2018 lalu, pasangan Bupati-Wakil Bupati terpilih diusung oleh Gerindra.

Di Jawa Tengah, menurut Ketua BPN Jateng Abdul Wachid, Prabowo-Sandi tidak dapat izin untuk menggelar kampanye di Semarang dan Magelang. Akhirnya kampanye akbar untuk wilayah Jateng akan dipusatkan di Stadion Sri Wedari, Solo, pada 10 April mendatang.

Belum lagi persekusi yang dialami Cawapres Sandiaga Uno. Sandi mengalami persekusi dari pendukung Jokowi di Wonogiri, Jawa Tengah. Bukan hanya disoraki pendukung Jokowi di pinggir jalan, Sandi bahkan “diusir” oleh konvoi mobil PDIP saat meninggalkan wilayah Wonogiri pada Selasa 29 Januari lalu.

Di Denpasar, Bali, kedatangan Sandi juga disambut penolakan pendukung Jokowi pada Sabtu, 23 Februari lalu. Meski dipersekusi dan ditolak, Sandi tetap berpikir positif. “Saya lihat bukan penolakan, tapi penyambutan,” kata dia.

Ini baru urusan teknis kampanye. Belum termasuk urusan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang hingga kini terus dipersoalkan oleh BPN. Sebagai informasi, BPN masih mempersoalkan 17,5 juta DPT yang dinilai bermasalah.

Prabowo-Sandi tidak terbendung adalah fakta. Kemenangan insyaallah nampak di depan mata. Karena itu sedini mungkin mantan Ketua MPR Amien Rais memberikan peringatan keras. Menurut Amien, jika nanti terbukti terjadi kecurangan yang terstruktur, sistemik dan massif (TSM) dalam pelaksanaan pemilu, maka pihaknya tidak akan membawanya ke Mahkamah Konstitusi lagi, sebagaimana pernah dilakukan pada Pilpres 2014 lalu. Tapi, people power. Wallahu a’lam.

[Shodiq Ramadhan]

Laman sebelumnya 1 2 3 4

Artikel Terkait

Back to top button